ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Direktur RSUD Jemaja, Muhammad Husni Lubis angkat bicara soal keluhan masyarakat yang menyebut RSUD Jemaja mengedarkan obat kadaluwarsa.
Husni mengatakan, ia sudah mengecek kebenaran laporan itu, dan tidak sepenuhnya benar.
Ia menceritakan, pada Jum’at (14/4/2023), pasien seperti disebut Camat Jemaja Barat berobat di Puskesmas Letung. Kemudian, Puskesmas Letung membuatkan kertas resep obat untuk diambil di RSUD Jemaja.
Setelah mendapat informasi terkait isu tersebut pihak RSUD Jemaja pada Sabtu (15/4/23) langsung mengganti obat pasien dengan obat lain.
Husni menerangkan, penggantian obat tersebut bukan kadaluwarsa karena belum ada tulisan Expired atau ED.
“Tapi bukan berarti dalam arti kata itu karena ada apa-apanya, memang kita untuk menghindari saja hal tak diinginkan, makanya RSUD mengganti obat itu,” katanya.
Husni menuturkan, saat diganti, pasien tersebut telah mengonsumsi satu pil, namun obatnya masih bagus.
“Hari Sabtu itu juga saya perintahkan staf dan dokter untuk cek langsung ke rumah pasien dan kita ambil obat nya lalu di ganti dengan obat yang baru,” tuturnya.
Husni pun menyampaikan permintaan maaf lantaran isu obat kadaluwarsa menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Seandainya ada hal yang membuat masyarakat resah atau apapun itu berkenaan tentang instansi yang saya pimpin, saya mewakili RSUD dan pemerintah daerah memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Camat Jemaja Barat Zulfahmi meminta Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra menelusuri kebenaran informasi bahwa RSUD Jemaja mengedarkan obat kadaluwarsa ke pasien.
“Saya mendapat Isu yang berkembang di masyarakat, namun saya belum dapat buktinya. Baru-baru ini dan beberapa hari lalu, RSUD Jemaja, terdapat obat-obatan kadaluwarsa diberikan kepada pasien,” ujarnya.
Menurutnya, bukannya memberikan kesembuhan, obat-obatan kadaluwarsa berbahaya untuk kesehatan pasien.
“Menurut keterangan, masih untung pasien nya teliti dan membaca dulu, kalau pasien tak bisa baca bagaimana kan bahaya jadinya ini kan bahaya bisa mati pasien,” jelasnya.
Sementara itu, Wan Zuhendra menambahkan bahwa kunjungannya ke Jemaja Barat merupakan silahturahmi agar lebih dekat dengan masyarakat.
Wan Zuhendra berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat soal obat-obatan kadaluwarsa di RSUD Jemaja.
“Apa yang di sampaikan oleh Camat Jemaja Barat akan saya telusuri dulu nanti,” imbuhnya.
Penulis: Ndi
Editor: Nuel









































