Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad usai mengikuti rapat paripurna di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Selasa (20/6/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengatakan akan memenuhi kekurangan ruang kelas di SMKN 1 Tanjungpinang secara bertahap.

Dinas Pendidikan Kepri pun diminta mengusulkan pembangunan RKB untuk dianggarkan di tahun mendatang.

Ansar menuturkan, masih banyak sekolah yang kekurangan RKB. Namun, upaya pemenuhan belum bisa dilaksanakan akibat kekurangan anggaran.

Bupati Bintan 2 periode itu menuturkan, bukan hanya SMKN 1 Tanjungpinang, masih banyak sekolah yang mengalami kekurangan RKB.

“Nanti bertahap akan kita bangun, kalau bicara kekurangan semua sekolah pasti kekurangan kelas. Nanti kita minta Dinas usulkan itu kan bisa melalui APBD dan DAK,” katanya, Selasa (20/6/2023).

Sebelumnya, Wakil Kepala SMKN 1 Tanjungpinang Bidang Sarana Prasarana, Mardiana mengungkapkan bahwa sekolah hanya memiliki 35 ruang kelas, sementara ada 52 rombongan belajar (Rombel) dengan 1.811 siswa.

Dengan jumlah itu, SMKN 1 Tanjungpinang kekurangan 17 kelas. Sehingga sebagian siswa belajar di musala dan perpustakaan.

“Sistem kelas berjalan, kalau ada siswa yang belajar di lab komputer nanti siswa lain pakai kelas siswa yang sedang belajar di lab komputer. Itu udah lama,” katanya, Senin (19/6/2023).

Ia menerangkan, pada Sabtu (17/6/2023) lalu, Anggota DPR RI Chen Sui Lan bersama Kementerian PUPR dan Anggota DPRD Kepri Rudy Chua telah meninjau kebutuhan ruang kelas.

Mardiana menerangkan, Chen Sui Lan tengah mengupayakan pembangunan ruang kelas baru menggunakan APBN melalui Kementerian PUPR.

“Kemarin bu Cen Sui Lan bersama Kementerian PUPR dan pak Rudy Chua akan menggesa supaya bisa terealisasi dalam waktu dekat ini,” terangnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua melalui media sosialnya menyoroti kekurangan ruang kelas di SMKN 1 Tanjungpinang.

Rudy Chua berharap kekurangan ruang kelas itu dapat segera terealisasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.

“Kondisi yang memprihatinkan sangat mengganggu konsentrasi belajar anak-anak dan untuk solusi masalah tersebut mencoba mendapatkan anggaran perbaikan dari pusat,” tulisnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here