Zamzami A Karim, Pengamat Pendidikan Kota Tanjungpinang. F:Sijoritoday.com/Doc:Zamzami

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pengamat Pendidikan Kota Tanjungpinang, Zamzami A Karim meminta sekolah tidak menerima siswa melebihi daya tampung kelas yang ada.

Itu ia sampaikan menyusul temuan di SMKN 1 Tanjungpinang yang siswanya terpaksa melaksanakan “kelas berjalan” akibat kekurangan ruang kelas.

Diketahui, SMKN 1 Tanjungpinang memiliki 52 rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia hanya 35 unit.

“Mestinya pemerintah jangan paksakan sekolah-sekolah itu menampung murid di sekolah negeri semua, nanti rasio Rombel nya tidak sehat,” katanya, Kamis (22/6/2023) petang.

Mantan Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang itu pun meminta pemerintah membuka ruang kepada sekolah swasta untuk menampung kelebihan daya tampung sekolah negeri.

Untuk meringankan orang tua siswa, pemerintah dapat memberikan subsidi berupa beasiswa SPP kepada siswa yang masuk sekolah swasta.

Pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu dan yang di sekolah swasta akan menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan.

“Berikan kesempatan untuk sekolah swasta dengan cara memperluas beasiswa bagi siswa untuk belajar di sekolah swasta sehingga sekolah swasta tidak gulung tikar,” tuturnya.

Selain itu, mantan Dekan FISIP UMRAH itu juga menyoroti maraknya praktik “titip-menitip” siswa saat PPDB.

Praktik ini menjadi biang kerok menumpuknya pelajar di satu sekolah yang biasanya berlabel “favorit”.

Penumpukan siswa ini tidak di iringi dengan penambahan ruang kelas baru (RKB) sehingga terjadi kelebihan Rombel yang ujung-ujungnya menerapkan kelas berjalan.

Zamzami menambahkan, para kepala sekolah tidak berdaya menegakkan sistem PPDB secara konsisten sesuai aturan karena adanya budaya titip-menitip dari para pejabat dan politisi yang berkuasa.

“Budaya titip-menitip untuk masuk SMA itu juga turut merusak sistem pendidikan kita dan juga biang kerok membludaknya Rombel per kelas di SMA dan kekurangan RKB,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here