kiri ke kanan, Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Anggota Komisi IV DPRD Kepri Sirajudin Nur. F: Doc Sijoritoday.com

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengatakan bahwa Pemprov Kepri akan menggesa pembangunan sarana prasarana di SMK Negeri mulai tahun depan.

Ansar menuturkan, 70 persen anggaran pembangunan sekolah nantinya akan digunakan untuk SMKN, sementara sisanya untuk SMAN dan SLBN.

“Prosentase nya 70 persen, SMAN saya kira cukup 30 persen,” katanya, Selasa (11/7/2023) pagi.

Ansar menuturkan, penguatan SMKN perlu untuk memenuhi kebutuhan industri. SMKN diyakini bisa menciptakan tenaga kerja terampil yang siap pakai.

Pemprov Kepri juga akan mendorong setiap SMKN memiliki jaringan kerja sama dengan berbagai kawasan investasi.

“Agar mereka yang tidak menyambung kuliah bisa terjun ke dunia kerja. Kita mesti pastikan SMKN ini punya linkage dengan berbagai kawasan investasi,” tuturnya.

Ansar optimis, dengan pemenuhan sarana prasarana, SMKN bisa semakin berdaya dan berkreasi menciptakan inovasi baru untuk kebutuhan industri.

“Saya harap SMKN bisa menjadi BLUD dan memproduksi komponen-komponen yang dibutuhkan industri,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur mendorong Pemprov Kepri memperbanyak SMKN Perikanan.

Sirajudin menuturkan, sebagai daerah kepulauan, SMKN perikanan menjadi solusi untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan membuka peluang untuk berwirausaha mandiri.

“Iya benar itu, perlu terus ditambah jumlahnya, sesuai kebutuhan daerah. Saya sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan Pemprov Kepri untuk melakukan survey relevansi kebutuhan jurusan-jurusan di SMKN,” katanya, Sabtu (17/9/2022).

Penambahan jumlah SMKN perikanan juga harus disertai dengan kemudahan untuk mengakses sekolah menengah melalui subsidi pendidikan dan bantuan biaya transportasi laut.

SMKN perikanan mesti memiliki asrama untuk menampung siswa sekolah yang berdomisili di pulau-pulau yang jauh dari lokasi sekolah.

Politisi PKB itu menerangkan, SMKN perikanan juga harus didukung dengan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai menjamin kesejahteraan guru.

“Kepri memiliki potensi kekayaan alam laut yang melimpah, ini menjadi modal besar bagi lulusan SMK untuk dapat mengeksplorasi potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Sirajudin.

Sebelumnya, Ketua Komisi ii DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin berhasil menginisiasi kerja sama (MoU) antara PT. Blue Steel Industries (BSI) dan SMKN 6 Batam.

Wahyu mengatakan, MoU antara PT. BSI dan SMKN 6 Batam merupakan bentuk kepeduliannya terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya lulusan SMK.

Bukan hanya untuk siswa yang magang, tapi juga siswa yang sudah lulus, apabila dibutuhkan akan langsung bisa ditampung oleh BSI.

Politisi PKS itu berharap anak didik yang baru lulus sudah bisa langsung diserap oleh industri yang ada di Kota Batam.

“Saya akan terus mendorong, SMKN 6 ini bisa berkolaborasi dengan perusahaan setempat. Jadi hari ini dengan BSI adalah MoU teaching factory dan lainnya,” katanya.

Pejabat legal PT.BSI, Al Hadid menyambut baik kerja sama dengan SMKN 6 Batam.

Al Hadid menuturkan kerja sama ini bisa memberikan manfaat ke semua pihak yang terlibat.

Bagi PT. BSI kerja sama ini akan mempengaruhi efesiensi perusahaan yang berdampak pada kegiatan usaha dan bagi SMKN 6 Batam mendapatkan kesempatan untuk pelajar meningkatkan kompetensi.

“Jadi kami berharap ke depannya, murid-murid di sini bisa langsung bekerja sebagai pegawai tetap di Blue Steel,” tuturnya.

Al Hadid menyebut, realisasi kerja sama ini akan segera dilakukan setelah penandatangan selesai.

Perusahaan akan mendata murid yang telah lulus dan akan merekrut mereka untuk bekerja di PT. BSI

“Setelah tanda tangan, kami akan langsung mendata terlebih dahulu mana yang siap kerja dan mana yang sedang belajar,” pungkasnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here