Kondisi atap dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura yang sudah tidak layak. F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi III DPRD Tanjungpinang, Nasrul memberikan penjelasan soal viralnya berita acara yang berisikan dukungan Komisi III atas kenaikan tarif pas masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Nasrul mengatakan, berita acara yang viral itu bukan dalam persetujuan kenaikan tarif pas masuk pelabuhan.

Ia menyebut, Pelindo mengaku memiliki dasar menaikkan tarif pas masuk tanpa harus mendapatkan persetujuan dari Komisi III.

“Ini bukan dalam rangka menyetujui dan menyepakati itu, Pelindo sendiri yang menyampaikan mereka ada dasar sendiri dan mereka ada SK menaikkan tarif itu,” katanya, Kamis (20/7/2023) pagi.

Politisi PKS itu mengakui, dalam RDP bulan Mei lalu, Pelindo Tanjungpinang pernah menyampaikan rencana kenaikan pas masuk Pelabuhan SBP menjadi Rp20 ribu.

Saat itu, Pelindo menjelaskan bahwa mereka memiliki Permenhub 121 Tahun 2018 sebagai dasar untuk menaikkan tarif setiap dua tahun sekali. Namun, oleh Komisi III, usulan itu ditolak.

“Mereka menyampaikan kenaikan tarif, kami tanyakan alasannya dan mereka jawab ada di Permenhub 121 Tahun 2018. Pelindo boleh meninjau kenaikan tarif dalam masa tiga tahun sekali dan alasan mereka biaya operasional tidak tertutup,” tuturnya.

Saat melakukan kunjungan kerja di Makassar, Komisi III kembali diundang Pelindo untuk berkunjung ke Pelindo Makassar.

Disitu, Komisi III diajak meninjau kondisi Pelabuhan Makassar yang memiliki lahan yang luas, parkir bertingkat, ruang istirahat, dan jalur UMKM.

Dalam kesempatan itu, Pelindo kembali meminta Komisi III menyetujui kenaikan tarif Rp15 ribu yang kemudian dituangkan dalam satu berita acara.

“Bersamaan dengan kunjungan kami ke Makassar, mereka mengundang kami studi ke Pelindo Makassar. Saya perhatikan memang jauh beda, Pelindo Makassar didukung tempat yang luas, parkir bertingkat, ada ruang istirahat, dan jalur UMKM,” ujarnya.

Nasrul menjelaskan, ia sendiri menolak kenaikan tarif pas masuk pelabuhan. Ia memilih meminta Pelindo memperbaiki dermaga yang sudah rusak.

Selain dermaga, ia juga meminta Pelindo menata kembali lapangan parkir yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, ia juga meminta Pelindo membedakan tarif pas masuk penumpang dan pengantar.

“Di Tanjungpinang berlaku satu tarif saja, saya mengusulkan pas masuk penumpang dan pengantar dibedakan,” jelasnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here