
BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin berang dengan rencana PT. Pelindo yang akan menaikkan tarif pas masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura mulai 1 Agustus mendatang.
Wahyu mengatakan, kenaikan tarif dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu itu tidak selaras dengan peningkatan fasilitas dan layanan pelabuhan.
Menurutnya, pelayanan di gerbang utama Kota Tanjungpinang itu masih belum prima dan masih banyak kekurangan.
Ia mencontohkan atap dermaga yang sudah keropos dan toilet yang bau pesing.
“Pelindo ini macam suka-suka dia aja, fasilitas pelabuhan tak ada tapi tarif pas masuk yang numpang lewat aja bayar Rp15 ribu,” katanya, Kamis (20/7/2023) siang.
Politisi PKS itu menegaskan, seharusnya saat ini Pelindo fokus membenahi fasilitas dan layanan kepelabuhan.
Setelah fasilitas dan layanan prima, barulah Pelindo membahas rencana kenaikan tarif. Itupun harus melalui kajian yang matang dan melewati uji publik.
“Pelindo benahi dulu atap dermaga dan toiletnya yang bau pesing itu, parkirannya pun tidak tertata, ruangan panas. Kalau sudah diperbaiki, barulah bicara kenaikan tarif,” tegasnya.
Wahyu menambahkan, Pelindo harus menunda kenaikan tarif pas masuk pelabuhan hingga perekonomian masyarakat betul-betul pulih.
Sebagai bagian dari pemerintah, Pelindo seharusnya mendukung program pemulihan ekonomi yang selalu digaungkan pemerintah.
“Saya minta kenaikan tarif itu dibatalkan, kasihan masyarakat. Ekonomi belum betul-betul pulih, udah dinaikkan aja tarif pas masuk pelabuhan. Rp15 ribu itu udah dapat 1,3 Kg beras,” pintanya.
Sementara itu, Alfian salah satu mahasiswa di Tanjungpinang turut menyayangkan rencana kenaikan tarif pas masuk pelabuhan itu.
Menurutnya, tarif saat ini masih dalam batas wajar, apalagi fasilitas di Pelabuhan Sri Bintan Pura masih belum baik.
“Saya sering mengambil kiriman barang dari kampung, masakan untuk mengambil itu saya harus bayar Rp15 ribu,” pungkasnya.
Penulis: Nuel





































