Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau, Darwis Sitorus dalam wawancara doorstop di Kantor BPS Kepri, Jum'at (1/3/2024). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat luas panen padi menyusut sepanjang tahun 2022-2023.

Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus mengatakan, luas panen pada tahun 2022 seluas 179,48 hektar turun menjadi 115,27 hektar.

Kondisi ini pun berimbas pada penurunan produksi padi dari 506,91 ton pada tahun 2022 menjadi 324,01 ton pada tahun 2023.

Sementara itu, produksi beras turun dari 290,07 ton pada tahun 2022 menjadi 185,41 ton pada tahun 2023.

“Secara nasional juga mengalami penurunan lahan panen karena ada kegagalan panen disana, salah satunya pengaruh El Nino,” katanya, Jum’at (1/3/2024).

Darwis menuturkan, penurunan luas lahan panen dan produksi padi diperkirakan masih akan terjadi hingga April 2024.

Ia menegaskan, penurunan ini tidak hanya terjadi di Kepri, namun juga secara nasional.

“Diprediksi juga Januari-April 2023 dibandingkan Januari-April 2024 juga akan menurun,” tuturnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, kualitas lahan di Kepri kurang cocok untuk dilakukan budidaya cabai.

Ia menyebut, pernah ada pengusaha pernah mengembangkan lahan padi di Dabo Singkep seluas 40 hektar.

Pengembangan lahan padi ini tetap gagal meskipun telah ditunjang dengan teknologi dan pupuk yang memadai.

“Daerah kita bukan penghasil padi ya. Padi ditempat kita sudah berbagai cara kita coba juga perkembangannya tidak efektif,” imbuhnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here