Iskandarsyah, Bupati Karimun. F:Sijoritoday.com/Sunar

KARIMUN,SIJORITODAY.com – Pemerintah Kabupaten Karimun menghadirkan berbagai terobosan dan kemudahan pembayaran pajak daerah melalui kegiatan talkshow dan roadshow edukasi perpajakan.

Langkah “jemput bola” dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan solusi praktis dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Bupati Karimun, Iskandarsyah menyampaikan bahwa kemudahan akses, kejelasan informasi, dan skema insentif merupakan kunci utama untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah.

Poin poin utama terkait skema pembayaran pajak dan insentif yang dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun, diantaranya yakni Kemudahan Akses Digital, pembayaran pajak kini semakin cepat dan fleksibel melalui integrasi teknologi aplikasi pembayaran.

Diskon Pembayaran Tepat Waktu, masyarakat yang membayar pajak melalui aplikasi berhak mendapatkan insentif berupa diskon/potongan sebesar lima persen.

Penghapusan Denda Tunggakan, masyarakat yang memiliki tunggakan pajak, Pemkab Karimun memberikan program pembebasan atau penghapusan denda keterlambatan.

Keringanan Tunggakan Hingga Lima Tahun, khusus bagi wajib pajak yang menunggak hingga lima tahun, selain dendanya dihapuskan, Wajib Pajak cukup membayar 50% saja dari pokok tunggakan.

Hasil Pajak Dikembalikan ke Masyarakat, seluruh penerimaan pajak dan retribusi daerah dialokasikan kembali untuk program kesejahteraan warga, meliputi pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, layanan kesehatan, BPJS gratis, hingga penyediaan seragam sekolah gratis untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

“Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi antara PTSP, Bapenda, Samsat, serta Bank Riau Kepri Syariah,” tutur Iskandarsyah, Selasa (8/9/2026).

Melalui inovatif ini, Pemkab Karimun berharap dapat meringankan beban finansial masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif wajib pajak.

Sambung Iskandar, selain insentif pajak, ada juga Bank Jelantah menghadirkan inovasi konversi minyak jelantah menjadi nilai uang sehingga dapat meringankan beban finansial masyarakat sekaligus mengajak warga menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Penulis: Sunar
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here