TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Para perajin atau pelaku usaha tahu dan tempe mengeluhkan harga kedelai yang melejit. Bahkan di antara mereka memilih menutup usahanya.
Kini harga kedelai melejit menyentuh harga Rp565 ribu rupiah per karung dengan berat 50 kilogram.
Untuk di ketahui, naik dari harga sebelumnya senilai Rp500 ribu per karung.
Salah satu perajin tempe di Batu Hitam Tanjungpinang, Ganis Tamam Rizaldi menyampaikan hal ini.
Ia menilai, ini sangat menyulitkan. Kenaikan harga bahkan tak menentu dari awal tahun sampai sebulan terakhir ini.
“Setiap bulannya mengalami kenaikan. Dari harga semula sekitar Rp545 ribu rupiah, menjadi Rp565 ribu rupiah per karung terakhir ini,” kata Ganis, Kamis (17/2).
Ia mengungkapkan, beberapa rekannya terpaksa gulung tikar. Khususnya para pelaku usaha tergolong baru. Ini merupakan pilihan berat karena tak mampu menutupi modal usahanya.
“Kalo kami tentu terkejut dan bingung menghadapi situasi ini. Meski demikian masih terus berlanjut karena menjaga pelanggan. Teman-teman yang baru merintis tentu berat dan memilih tutup,” ucapnya.
Menghadapi kondisi ini, beberapa pengrajin memilih beberapa strategi. Pertama menaikkan harga jual tahu dan tempe atau mengurangi ukuran produksi sekitar lima persen dari sebelumnya.
“Kami kemungkinan akan menaikkan harga jual juga bila harga kacang kedelai terus naik,”ujarnya.
Terkait penyebab kenaikan harga, Ganis mengungkapkan dari negara pemasok. Sebab produksi di dalam negeri masih terbatas.
“Kebanyakan kedelainya itu di impor dari luar negeri harga di sana naik maka ke sini harga jualnya juga tinggi,” tuturnya. (helen)
Editor : Desi
Baca Juga : Harga Kedelai Naik, Pengusaha Ini Mengeluh







































