Harga cabai merah
Salah satu pedagang bumbu di Kota Lama, Anis.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Masyarakat khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) mengeluh harga kebutuhan sembako tidak stabil.

Bahkan dua Minggu terakhir mengalami kenaikan. Hal ini membuat daya beli menurun dari biasanya.

Seperti diutarakan salah satu warga kelurahan Batu 9, Dewi kepada SIJORITODAY, Kamis (3/3) siang.

Ia menuturkan, bila tidak pandai mengatur keuangan. Maka uang belanja tersedia tidak cukup.

Misalnya, ia menuturkan gaji suaminya UMK senilai Rp3,2 juta. Dari anggaran ini, di pergunakan keperluan makan satu bulan, biaya sabun, biaya transportasi, pendidikan anak dan idealnya ada tabungan.

“Kalau harga gak stabil, jangankan nabung. Cukup aja sudah bersyukur,” tutur ibu dua anak ini

Kondisinya saat ini, harga bumbu dapur seperti cabai merah, cabai rawit mengalami kenaikan. Hal ini berdampak kepada daya belinya.

Misalnya, bila biasanya cabai merah berkisar Rp35-50 ribu per kilo. Kini di kisaran Rp60 ribuan per kilo.

Begitu juga dengan cabai rawit, pernah mencapai Rp60 ribu per kilo. Serta cabai rawit pedas pernah mencapai Rp100 ribu per kilo.

Terkait hal ini, ia meminta pemerintah daerah memiliki program. Upaya menstabilkan harga di tengah masyarakat. Penanganan jangka panjang juga di perlukan.

“Kalau harga naik turun ini, merugikan masyarakat. Biasanya menjelang hari besar harga juga mengalami kenaikan,” tuturnya.

Bahkan ia mengaku, bila harga naik membeli kebutuhan di kurangin dari ukuran biasanya.

Bila sebelumnya membeli per kilo maka di kurangin per setengah kilo atau bahkan seperempatnya. Kadang tak menutup kemungkinan Menganti jenis cabai merah segar ke cabai merah kering.

“Kami harus lakukan pengehamatan agar uang belanja cukup,” paparnya.

Kadis Disperindag melalui Kabid Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Impor Disperindag Tanjungpinang Muhammad Endy Febri mengaku terus memantau harga di lapangan.

Ia menuturkan, minimal seminggu dua kali turun ke pasar-pasar.

“Pantauan harga ke lapangan seminggu sekali cek stok dan intens komunikasi di grup distributor,” ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya tidak bisa menentukan harga jual di pasar secara menyeluruh. Hal ini disebabkan berbagai faktor.

Pertama, ketersediaan barang di Tanjungpinang. Kedua, harga beli pedagang dari suplayer.

Jadi wajar jika harga kebutuhan berdasarkan suplayer luar daerah.

“Kalau terkait langkah ekonomi jangka panjang daerah kami gak berani komentar terlalu jauh. Ini levelnya di tim pengendali inflasi daerah Kota Tanjungpinang yg terdiri dari banyak unsur lintas sektoral,” paparnya.

Meski demikian, ia memastikan stok sembako di Tanjungpinang aman sampai Lebaran mendatang.

Ia menuturnya, memastikan ketersediaan komoditas. Serta meminimalisir tindakan oknum yang berani mengatur kecurangan harga.

“Dalam penanganan melibatkan tim satgas pangan Polres Tanjungpinang. Pengecekan situasi dan komoditas tertentu jika ada kendala berarti di lapangan,” tuturnya. (helen)

Editor : Liza

Daftar Harga Sembako Disperindag di Pasar Baru dan Pasar Bincen :

Beras Bulog Rp 10.000/kg
Kedelai Rp 13.000/kg
Minyak goreng Rp 14.000/kg
Daging Sapi Rp 140.000/kg
Cabe merah Rp 60.000/kg
Telur ayam Rp 1.850/butir

Sumber : Pantauan wartawan di lapangan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here