TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.comADVERTORIAL -Bazar Imlek yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Cabang Tanjungpinang dan Bintan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tua Tanjungpinang.

Bazar Imlek tahun 2026 rutin dilakukan untuk memeriahkan jelang perayaan Imlek bagi warga Tionghua. Namun tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya, karena peminatnya cukup tinggi dan tidak hanya diikuti para pelaku UMKM Tanjungpinang dan Bintan, namun datang dari Batam, Sumatera hingga Pulau Jawa juga ikut menyewa stand untuk berjualan.

Ketua Panitia Bazar Imlek, sekaligus Ketua PSMTI cabang Tanjungpinang – Bintan, Aloy mengatakan, ada 560 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang berjualan di Bazar Imlek.

 

Ia menyebut, secara hitungan kasar pendapatan pelaku UMKM yang berjualan dari sore hari – malam hari dari Rp800.000-Rp. 1.000.000, maka perputaran ekonomi di Kota Tua sekitar 7 jam setengah miliar rupiah.

“Sekitar 560 UMKM yang ikut acara Bazar Imlek ini, secara kasar kita hitung omset rata – rata, delapan ratus sampai satu juta, kalau kita kasih 500 stand aja, itu lebih kurang perputaran ekonomi setengah miliar tidak sampai semalam,” Katanya diwawancara pada Sabtu malam (24/1).

Ia mengatakan, Bazar Imlek akan berlangsung selama satu bulan dibuka sejak 16 Januari 2026 dan akan berakhir 16 Februari 2026.

Menurutnya selama satu bulan, perputaran ekonomi di Kota Tua Tanjungpinang bisa mencapai 10 miliar rupiah.

Selain itu, Bazar Imlek juga menciptakan lapangan kerja baru, setiap stand yang disewa pelaku UMKM akan memperkerjakan orang, apabila 560 pelaku UMKM maka bisa menyerap 1.120 orang pekerja.

Tidak hanya itu, toko – toko dan cafe disekitar kawasan Bazar Imlek juga merasakan dampak ekonominya lantaran ramainya pengunjung, begitu juga pendapatan parkir kendaraan para pengunjung sudah dipastikan meningkat drastis.

“Selama event 30 hari aja, perputaran ekonomi lebih kurang 10 miliar,” ucapnya.

PSMTI sebagai penyelenggara Bazar Imlek bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Setiap stand yang disediakan sepanjang Jalan Merdeka hingga Jalan Tengku Umar diserahkan kepengelola masing – masing dan mereka menyiapkan stand lengkap dengan meja dan kursi untuk disewakan kepada UMKM dengan biaya sewa perstand Rp1.500.000 selama satu bulan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Riki Rionaldi mengapresiasi Bazar Imlek yang diadakan PSMTI sudah berlansung lebih dari sepekan memberikan dampak positif bagi perekonomian pelaku UMKM dan di kawasan Kota Tua Tanjungpinang.

Ia mengatakan Bazar Imlek bukanlah sesuatu yang baru, namun Bazar yang sudah setiap tahun diadakan dan tetap bertahan bahkan lebih optimal diadakan di tahun ini.

“Saya mewakili pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur Kepri hadir pada malam ini itu lebih dominan sebenarnya ingin memberikan apreasiasi, karena ini bukan sesuatu yang baru ini sudah lama, memulai yang baru itu lebih mudah dari pada mempertahankan dan mengoptimalkan untuk jadi satu event baik berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Riki mengatakan, Bazar Imlek yang diadakan PSMTI menjadi contoh bagi daerah Kabupaten/ Kota lainnya yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, standard Bazar Imlek di Kota Tua Tanjungpinang, berhasil menarik pengunjung untuk datang berkunjung bahkan menjadi objek destinasi wisata.

“Itu pointnya, bahkan kita ingin teman – teman Kabupaten/Kota lain belajar banyak, supaya standard dari Bazar yang bisa menyerap kerinduan masyarakat, kebanggaan masyarakat bahkan menjadi destinasi,” ujarnya

Ia menambahkan, saat berbincang dengan pelaku UMKM yang menyewa setiap stand di Bazar Imlek, mengaku terbantu dengan adanya Bazar Imlek ini, lantaran produk mereka banyak terjual, bahkan ingin membooking stand di Bazar Imlek Tanjungpinang untuk berjualan di tahun 2027 mendatang.

Salah satu pelaku UMKM berjualan pentolan ayam.

Berjualan di Bazar Imlek Tanjungpinang, membantu peningkatan pendapatan bagi para pelaku UMKM.

“Saya ketemu dengan beberapa pelaku UMKM, itu mereka bikin event sekarang sudah booking untuk tahun berikutnya. Jadi, ada dari tenant – tenant (Penyewa) yang sudah memberi inovasi tahun ini, sudah ngebet hadir di tahun berikutnya,” ucapnya

Pelaku UMKM Raup Cuan Jutaan Rupiah

Pendapatan rata – rata para pelaku UMKM yang berjualan di Bazar Imlek sejak pukul 16.00 – 22.00 WIB, bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp2.500.000.

Mereka yang berjualan di Bazar Imlek beragam, mulai dari kuliner, pernak – pernik Imlek dan lainnya.

“Berjualan dari sore sampai malam bisa dapat lima ratus ribu bang,” Kata Marini penjual Pentol Ayam, diwawancara Sabtu malam (24/1).

Marini mengatakan, dia berjualan pentol ayam bersama sang kakak. Ada varian rasa pentol ayam yang dijual, yakni rasa mercon, pedas manis dan kuah kacang.

Menurutnya, selama berjualan sudah berlangsung seminggu pembeli ramai berdatangan ke standnya membeli pentol ayam.

Ia menyebut, berjualan pentol ayam dari sore hari hingga malam bisa menjual lebih 50 packs pentol ayam dimana satu packs dibandrol Rp20.000.

“Penjual ramai bang, bisa menjual lebih dari 50 packs pentol ayam,” ujarnya.

Pelaku kentang goreng tusuk Alex juga berkata demikian, ia dari Batam bahkan menyewa dua stand untuk berjualan bersama sejumlah rekannya.

Ia mengaku, pendapatan penjualannya bisa mencapai 2,5 juta rupiah dihari libur seperti Sabtu dan Minggu apabila kondisi cuaca bagus tidak hujan.

“2,5 juta lebih bisa dapat, asalkan cuaca bagus,” tuturnya.

Lebih lanjut, Alex mengatakan kentang goreng yang dijual berkualitas bagus karena kentangnya didatangkan dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Per tusuk kentang yang dia jual dibandrol seharga Rp25.000.

Menurutnya di hari libur bisa menghabiskan 800 tusuk kentang goreng terjual atau sekitar 200 – 300 kilogram kentang.

“Sabtu dan malam minggu lebih kurang 300 kilogram habis terjual,” ujarnya. ***

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here