
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau, Hendri Kurniadi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Self-Assessment Questionnaire (SAQ) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026.
Bimtek ini merupakan strategi Pemprov Kepri dalam mewujudkan target Gubernur Ansar Ahmad agar 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri berhasil meraih predikat Informatif.
Bimtek yang diperuntukkan bagi para admin Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana tersebut dilaksanakan setiap hari Selasa, mulai 18 Juni hingga 14 Juli 2026.
Dalam arahannya, Hendri menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bentuk komitmen moral dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Bumi Bunda Tanah Melayu.
“Tahun 2026 ini, tantangan kita dalam mempertahankan dan meningkatkan kualifikasi predikat Provinsi Informatif semakin dinamis. Tahapan Monev yang diinisiasi Komisi Informasi akan dimulai pada akhir Juli 2026 dan instrumen utamanya adalah pengisian SAQ ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lembar borang SAQ merupakan cerminan komitmen nyata implementasi keterbukaan informasi di masing-masing OPD.
“Karena itu, seluruh admin PPID Pelaksana diminta memberikan perhatian serius terhadap proses pengisian dan memastikan validitas data yang disampaikan,” tegasnya.
Kepada para peserta, Hendri menekankan empat hal penting yang harus menjadi perhatian dalam pengisian SAQ. Pertama, mencermati setiap indikator pertanyaan yang ada dalam instrumen penilaian. Kedua, menyajikan data dan dokumen pendukung secara valid dan akuntabel. Ketiga, meningkatkan koordinasi internal di masing-masing OPD guna memastikan kelengkapan data yang dibutuhkan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam mematuhi linimasa atau timeline pengembalian berkas yang telah ditetapkan.
Menurut Hendri, keberhasilan Pemprov Kepri dalam meraih predikat Informatif merupakan akumulasi dari kerja keras seluruh PPID Pelaksana melalui penyajian data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Keberhasilan kita di tingkat Provinsi adalah akumulasi dari kerja keras dan validitas data yang disajikan oleh seluruh PPID Pelaksana. Mari kita rapatkan barisan demi mewujudkan Kepri yang semakin informatif,” tegasnya.
Kegiatan Bimtek ini menghadirkan Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Kepri sebagai narasumber strategis. Mereka dihadirkan untuk membedah dan menjelaskan langsung indikator-indikator penilaian pada instrumen SAQ terbaru.
Adapun narasumber dari KI Kepri yakni Ketua Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi (ASE) Alfian Zainal serta Ketua Bidang Kelembagaan Encik Afrizal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PLIP) Diskominfo Kepri, Ummil Khalish yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
Hadir pula Kepala Bidang Humas Diskominfo Kepri Trio Andana, pejabat fungsional Pranata Humas, serta puluhan admin PPID Pelaksana dari berbagai dinas, badan, dan biro di lingkungan Pemprov Kepri.
Melalui bimbingan teknis yang berlangsung secara interaktif ini, diharapkan kualitas pelayanan informasi publik di Kepri terus meningkat.
Selain itu, pelayanan informasi yang diberikan kepada masyarakat juga diharapkan semakin cepat, tepat, dan akurat dalam memenuhi hak publik atas informasi. ***/rls
Editor: Nuel








































