Bea Cukai Batam Tangkap Telepon Seluler, Narkoba, Beras dan Gula Illegal. (04/02/2016-Seira)

BATAM, SIJORITODAY.com—Bea dan Cukai Batam dalam bulan Januari 2016, telah melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran peraturan perundangan tentang kepabeanan. Penindakan yang  dilakukan Kantor Pelayan Utama Bea dan Cukai Batam, berupa telepon seluler, narkotika asal Malaysia, beras  serta gula impor asal Singapura.

Dari Bandara Internasional Hang Nadim, pada hari Kamis (07/01/2016), petugas Bea dan Cukai menemukan sebanyak 246 (dua ratus emapat puluh enam) unit telepon seluler merek Xiaomi tak bertuan, di ruang keberangkatan Gate 3. Diduga telepon seluler akan  dikeluarkan dari daerah kepabeanan kawasan perdagangan bebas Batam atau FTZ dengan mengunakan transportasi udara.

Telepon seluler senilai  738.000.000 rupiah, berdasarkan Peraturan Meneteri Perdaganagn Nomor 87/M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Impor Produk tertentu, merupakan barang yang dibatasi impornya. Namun hingga kini pihak  pihak Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, tidak berhasil menemukan pemilik  dari 246 unit telepon seluler merek Xiaomi tersebut.

Kepala Bidang BKLI KPU BC Tipe B Batam, Kunto Prasti Trenggono mengatakan, petugas sempat menunggu beberapa saat untuk mengetahui pemilik barang. Petugas juga telah mecoba bertanya pada sejumlah penumpang yang berada di ruang tunggu kedatangan Bandara Internasional Hang Nadim.

“Setelah ditunggu beberapa saat ternyata ini tidak ada yang mengaku, udah ditanya ini barang siapa tidak ada yang mengaku, kita coba untuk liat di rekaman kemera cctv juga tidak nampak sehingga kemudian barang diamankan petugas”, ujar Kunto di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batu Ampar, Batam (04/02/2016).

Sementara itu, dari Pelabuhan Ferry Internasinal Batam Center, secara berturut turut petugas Bea dan Cukai pada Jum’at (16/01/2016) , mengamankan seorang pria inisial TB, berkewarga negaraan Malaysia membawa sebanyak 163 gram narkotika jenis sabu. Penumpang Kapal Ferry Widi Ekespress 15 dari Pasir Gudang Johor Malaysia  tujuan  Batam, menyembunyikan narkotika jenis sabu didalam tubuh melalui anus.

Kemudian pada Jumat (22/01/2016) kembali petugas Bea dan Cukai di pelabuhan yang sama menangkap seorang pria inisial R berkewarga negaraan Indonesia, membawa sebanyak 794 gram narkotika jenis sabu. Pelaku merupakan penumpang kapal ferry MV Indomas 3 dari Pelabuhan Stulang laut Johor Malaysia tujuan Batam.

Sama dengan pelaku yang ditangkap sebelumnya, barang bukti berupa sabu sabu disembunyikan didalam tubuh melalui anus dan sebagian di sembunyikan dalam barang tentengan. Kedua tersangka inisial TB dan tersangka inisial R, beserta barang bukti telah diserahkan pihak Bea dan Cukai pada Kepolisian setempat.

Berikutnya  pada Sabtu (30/01/2016) dari pelabuhan bongkar muat Batu Ampar, petugas Bea dan Cukai mendapati 2 (dua ) kontainer berisi beras dan gula. PT  SNA  selaku importir memberitahukan isi kontainer berupa alat alat pertukangan asal Singapura.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara fisik diketahui kontainer berisi 23.725 kilogram beras merek AAA NGNAM BEE dan FLYING MAN serta sebanyak 25.000 kilogram gula kristal merek Baramati Agro dengan total nilai barang 608.200.000 rupiah. Komoditi beras dan gula diimpor secara illegal dari Singapura ke Batam.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here