Humas Posbakum Peradi PN Batam, Risman Siregar Menunjukan Foto Akibat Penyiksaan Penyidik Polisi, Batam (4/2/2016-ST)

BATAM, SIJORI TODAY, com –Tidak terima suaminya dianiaya penyidik Polisi, Yetti Sulastri melapor ke Propam Polda Kepri dan Polresta Barelang. Tersangka Wido Apri suami Yetti, ditetapkan penyidik Polsek Nongsa sebagai tersangka, kasus penjambretan telepon seluler milik istri seorang perwira polisi.

Berawal dari ditemukannya  sejumlah luka memar di tubuh Wido Apri tersangka kasus jamret di Polsek Nongsa. Dari pengakuan suami Yetti Sulastri,  polisi telah melakukan tindak kekerasan untuk mengaku sebagai pelaku yang merampas telepon seluler dan tas milik korban.

“Suami saya distrum dan disiksa oleh penyidik, agar mengakui telah melakukan jambret. Padahal suami saya tidak pernah melakukan hal keji itu. Bahkan suaminya tidak akan pernah mengakui, sampai kapan pun hingga dia mati,” kata Sulastri yang didampingi Posbakum Peradi, Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (4/2/2016).

Dengan didampingi Posbakum PN Batam, Yetti Sulastri kemudian menemui petugas Propam Polda dan Wakasat Reskrim Polresta Barelang untuk melaporkan tindak kekerasan yang dialami suaminya. Untuk mendukung laporan, Yetti juga  menujukan sejumlah foto dari telepon seluler yang mengambarkan kondisi akibat penyiksaan penyidik terhadap suaminya

Selain melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan penyidik Polsek Nongsa terhadap tersangka Wido Apri. Yetti Sulastri juga  melaporkan, mengenai surat pemberitahuan penahanan terhadap suaminya dari Polsek Nongsa yang baru diberikan sehari setelah ditahan. Tidak digunakannya penututup wajah dalam ekspos pada media yang digelar Polresta Barelang, juga menjadi salah satu hal yang turut dilaporkan.

Ditempat yang sama Humas Posbakum Peradi PN Batam, Risman Siregar mengatakan Yetti Sulastri mendatangi Posbakum Peradi PN Batam meminta bantuan hukum atas yang dialami tersangka Wido Apri suaminya.

“Kita dampingi saat membuat laporan atas adanya dugaaan penyiksaan yang dilakukan penyidik polisi terhadap Wido Apri yang tersandung kasus penjambretan.

“Mengenai tidak digunakannya penutup wajah bagi tersangka saat ekspos pada media massa, didalam  UU No.40 tahun 1999 tentang Pers sudah diatur, azas praduga tak bersalah,” kata Risman Siregar.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here