Salah Satu Merek Rokok Kawasan Bebas Produksi Batam (10/2/2016)

BATAM , SIJORI TODAY, com — Sejak bulan Juni 2015 pihak Badan Pengusahaan Batam sudah tidak lagi memperpanjang kuota produksi serta izin mendatangkan rokok tanpa cukai untuk  rokok kawasan bebas Batam. Namun anehnya berbagai merek rokok yang dikenal sebagai rokok produksi Batam, masih di produksi dan beredar bahkan tersebar sampai ke luar wilayah FTZ Batam, Bintan dan Karimun.

BP Batam mengakui selama ini mengeluarkan kuota mengizinkan produksi pabrik rokok kawasan bebas serta izin mendatangkan dari luar, yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi penduduk kawasan FTZ  Batam, Bintan dan Karimun. Namun sejak bulan  Juni 2015,  kuota produksi rokok tersebut telah dicabut. Pihak BP Batam sampai saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap tiga merek rokok kawasan bebas yang produksi di Batam tersebut.

“Perlu kami tegaskan BP Batam tidak lagi mengeluarkan kuota produksi rokok FTZ serta izin mendatangkan rokok produksi luar ke Batam, Juni 2015 lalu dan ini perlu kami luruskan dimana isu berkembang masih mengeluarkan kuota.” Kata Direktur Lalulintas Barang BP Batam Tri Novianto Putra dalam keterangan pers di gedung BP Batam. Rabu (11/02/2016).

Ia menjelaskan, untuk penindakan masih beredarnya rokok kawasan bebas di Batam maupun di luar wilayah kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun merupakan wewenang dari pihak Bea dan Cukai serta Kepolisian.

“Memang saat ini masih banyak keluar rokok tampa cukai di Batam, namun kami telah hentikan kuotanya dan dalam survei dan untuk penindakan wewenang BC dan kepolsian,” Kata Tri Novianto Putra.

Dari pantauan Sijori Today.com di sejumlah gudang milik pengusaha produsen rokok tanpa cukai kawasan bebas (FTZ) masih tetap memproduksi rokok dengan beragam merek. Selain untuk konsumsi di wilayah kawasan bebas Batam, Bintan dan Karimun. Rokok tanpa cukai kawasan bebas tersebut, juga didistribusikan ke wilayah lain diluar  Kepulauan Riau.

Rokok kawasan bebas tanpa cukai diseludupkan dari Batam dengan berbagai cara ke luar wilayah kawasan bebas seperti ke Tembilahan, Provinsi Riau. Kemudian dari Tembilahan didistribusikan ke berbagai wilayah lain di pulau Sumatera.

Sementara itu, Anwar salah seorang pengusaha produsen rokok merek luffman, ketika dihubungi melalui telepon seluler pada Rabu siang (10/2/2016) mengatakan, bahwa sejak BP Batam tidak mengeluarkan kuota sejak Juni 2015 lalu, perusahaan tidak lagi memproduksi rokok tanpa cukai sampai saat ini.

“Kami tidak lagi produksi rokok luffman sejak BP Batam tidak keluarkan kuota. Justru rokok luffman yang beredar saat ini diluar Batam, merupakan palsu dan bukan keluaran kami. Justru kami sangat dirugikan ulah perbuatan oknum tersebut”.

Permasalahan pemalsuan merek inipun sudah kami laporkan terhadap Dirkrimsus Polda Kepri beberapa bulan lalu, dan saat ini lagi diproses mereka. Ujar Anwar.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here