124 karung Pasir Timah Asal Dabo Hendak Diseludupkan Ke Singapura Ditangkap Polairud Polda Kepri, Senin (22/2) Foto :ist

BATAM, SIJORI TODAY, com – – Direktorat Polairud Polda Kepri  berhasil menangkap sebuah speedboad dengan muatan 5 ton pasir timah di perairan Kabupaten Lingga, Senin(22/02). Pasir timah yang diduga kuat dari penambangan illegal tersebut, rencananya akan dibawa menuju Singapura. Dari pengakuan nahkoda, mereka sudah sempat 2 trip berhasil mengirim pasir timah ke pelabuhan Jurong  di Singapura.

Speedboat Riski One dengan 5 mesin tempel 200 PK, ditangkap kapal patroli Polairud Polda Kepri KP 2005 di sekitar perairan desa Kute Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui speedboat membawa sebanyak 124 pasir timah yang dikemas dalam karung plastik putih dengan berat masing-masing 40 kilogram.

Nahkoda speedboat syamsudin (40th) mengungkapkan, pasir timah yang dibawanya merupakan milik seseorang bernama Ri, warga Dabo Singkep. Rencananya pasir timah akan dibawa menuju negara tetangga.

“Barang dari Dabo punya RI, rencana mau dibawa ke Singapura. Saya dibayar Rp. 2.500.000 membawa pasir timah sampai pelabuhan Jurong,  ini pengangkutan yang ketiga kalinya”.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Polairud Polda Kepri AKBP Muji Supriyadi mengatakan, pasir timah yang rencananya akan dibawa menuju Singapura merupakan pasir timah dari penambangan illegal.

“Itu dilarang karena itu harus mengunakan izin usaha, izin pertambangan baru bisa melakukan ekspor. jadi jelas illegal karena ini perorangan, ujarnya.

Ditambahkan Muji Supriyadi, di Singapura satu karung pasir timah seberat 40 kilogram dihargai Rp. 140.000,-.

Tindakan nahkoda speedboat Syamsudin telah melanggar Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan hukuman denda sebesar 10 milyar rupiah.

Pihak Polairud Polda Kepri masih terus melakukan pengembangan guna mengetahui pemilik dari pasir timah, lokasi pertambangan  serta  jaringan yang menyeludupkan pasir timah ke negara tetangga Singapura.

Penulis : ddo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here