Sejumlah jurnalis diintimidasi, diancam serta diusir preman ketika meliput Sidang di PN Tanjungpinang yang menghadirkan Ahang sebagai saksi. Foto : ist

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com– -Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam, Muhammad Zuhri menilai, tindakan intimidasi, pengancaman dan pengusiran oleh preman dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang beberapa hari lalu merupakan tindakan serius dan merupakan ancaman terhadap kerja jurnalistik.

“Tindakan telah menciderai kebebasan pers di Tanjungpinang,” sebutnya kepada Sijoritoday.com

Ia mengatakan, sudah sepatutnya pihak berwajib menindaklanjuti laporan jurnalis yang menjadi korban, dengan berpegang kepada UU Pers No 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Pihak kepolisian harus bisa memberikan rasa aman terhadap tugas-tugas jurnalistik di lapangan, untuk itu kita minta polisi mengusut siapa dalang di belakangannya,” tambahnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau, Ramon Damora juga angkat bicara. Kata Ramon, tindakan premanisme di ruang pengadilan harus disikapi serius oleh polisi, kejadian ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Tidak boleh ditolerir sama sekali, karena tindakan itu telah mencoreng kewibawaan pengadilan.

“Kriminalisasi pers sangat tercela di era keterbukaan seperti sekarang ini. Kalau di ruang sesakral pengadilan saja, pers masih bisa diintimidasi, mau jadi apa negeri ini. Kita percaya, polisi akan bertindak tegas. Walaupun polisi tetap harus dikawal supaya kasus ini diusut tuntas,” pungkas Ramon Damora.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepulauan Riau, Saugi Sahab, mengecam keras tindakan preman yang intimidasi wartawan. Dirinya juga meminta para preman tersebut segera di tangkap oleh polisi lantaran telah menghalang halangi pekerjaan wartawan.

“Saya minta agar polisi menindak tegas pengusaha yang membawa bawa preman dan mengancam dan merampas kamera wartawan televisi dan telepon seluler milik wartawan tribun. Selain itu meminta agar Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk melarang orang tak di kenal masuk ke dalam areal persidangan,  sehingga wartawan yang menjalankan tugas jurnalis nya dapat dengan tenang melakukan peliputan,” paparnya kepada Sijoritoday.com.

Sementara itu, terkait hal ini, Polres Tanjungpinang memastikan bahwa laporan jurnalis terkait kasus ancaman dan intimidasi dari preman saat menjalankan tugas jurnalis (larangan meliput sidang penyelundupan di pengadilan negeri tanjungpinang,red) saat ini sudah masuk dalam pengumpulan bahan dan keterangan khususnya dari para saksi.

“Saat ini lagi melengkapi dua alat bukti. Kita akan tindaklanjuti melalui tahapan-tahapan hukum,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian P Siagian melalui Kasubag Humas Polres Tanjungpinang Iptu Dulatif, Sabtu (30/7).

Hal senada disampaikan KBO Satreskrim IPTU Efendi bahwa laporan tersebut masih dalam penyelidikan ,” senin kita akan panggil terlapor untuk dimintai keterangan,” singkatnya.

Penulis : ambok akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here