Para SKPD Pemko Tanjungpinang menunggu di ruang sidang paripurna, Rabu (3/8). Foto : ist

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – Agenda Paripurna Pengesahaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Revisi Penanaman Modal. Ranperda Revisi Restribusi, dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Perbelanjaan Belanja Daerah ( Ranperda PP APBD) Tahun 2015 Batal dilaksanakan, Rabu (03/08).

Pembatalan Rapat Paripurna tersebut membuat para pimpinan SKPD Pemko Tanjungpinang berang. Akhirnya satu persatu para pimpinan SKPD meninggalkan ruang paripurna dengan penuh kekecewaan.

“Bagaimana ini, udah beberapa jam kita disini, menunggu. Mereka para Dewan satu persatu balek, tanpa kejelasan,” ujar salah satu Kepalas SKPD diruang paripurna.

Hingga pukul 02.40 WIB, meski tidak ada kepastian dari Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Tanjungpinang, terlihat beberapa SKPD yang masih bertahan di ruang paripurna, diantaranya terlihat Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan, Tengku Dahlan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asisten I Mekwaizer.

Begitu juga yang terjadi pada pimpinan dan anggota DPRD. Satu persatu para wakil rakyat juga meninggalkan ruang rapat paripurna tanpa ada penjelasan.

Sejumlah pewarta yang mencoba meminta komentar terkait batalnya paripurna, juga tidak mendapatkan penjelasan dari pimpinan serta anggota DPRD.

Wakil Ketua I DPRD, Ade Angga yang terlihat keluar melalui pintu belakang, ketika dikonfirmasi sejumlah pewarta menolak memberikan penjelasan.

“Sesuai dengan kesepakatan rapat internal, bahwa sebagai juru bicara adalah pak Ketua DPRD yang bisa menjelaskan, agar tidak kesimpang siuran informasi. Silakan ditanyakan kepada Ketua,”saran Ade Angga sambari menumpangi mobil rekannya Simon Awantoko.

Begitu juga dengan  anggota DPRD dari PKS dan Partai Hanura, juga menolak memberikan jawaban.

Fengki salah satunya mengatakan No Coment. “Saya hanya di undang, bukan tupoksi saya itu.”

Begitu juga dengan Politisi PKS Hj. Ismiati, “Tidak tahu. Jangan tanyakan kepada saya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno juga dengan sengaja mengelabui para pewarta yang telah menunggu. Tidak biasanya Ketua DPRD Kota Tanjungpinnag berlaku menghindari para pewarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat terjadi insiden menjelang digelarnya rapat paripurna. Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani, berteriak-teriak diruang tunggu VIP-1.

Ketika dikonfirmasi terkait keributan tersebut, Ahmad Dani membenarkan keributan dirinya, akan tetapai bukan bersama Fraksi lain.

“Gak ada saya ribut, itu saya menanyakan draf tata tertib,”ungkap Dani singkat.

 

Penulis : Eb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here