TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun menegaskan kepada seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, terutama kepada para peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan IX dan X tahun 2016 untuk memiliki jiwa kompetitif, kreatif dan selalu memiliki inovasi-inovasi dalam menjalankan tugas pemerintahan sehari-hari.

Hal ini disampaikan Gubernur saat memberikan kuoiah umum kepada para peserta Diklat PIM IV tahun 2016 diHotel CK, KM. 8 atas Tanjungpinang, Kamis (11/8/2016) dngan tema ‘Meningkatkan Kompetisi Kepemiminan Pejabat Struktural Eselon IV yang Berwawasan Maritim dan Berjiwa Kreatif’.

Gubernur melanjutkan bahwa Diklat PIM merupakan satu dari amanat reformasi birokrasi yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, setelah Diklat PIM ini seluruh peserta harus berubah menjadi lebih baik, lebih disiplin dan lebih kreatif untuk menjawab tantangan globl yang semakin kompetitif.

“Pegawai tidak boleh senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Dalam bekerja, seorang pegawai harus didorong dengan rasa tanggungjawab yang tinggi. Ingat, tujuan Diklat ini adalah untuk membuat pegawai berubah menjadi lebih baik, untuk selalu belajar, belajar dan belajar,” ujar Nurdin dalam ceramah umumnya dihadapan peserta Diklat PIm IV angkatan IX dan X 2016.

Guna meminimalisir kesalahan yang terjadi di sebuah unit kerja, seorang pegawai juga tidak boleh takut terhadap pimpinan. Pegawai harus berani dan senantiasa memberikan masukan kepada pimpinan agar kesalahan yang dimungkinkan terjadi bisa difikter atau diminimalisir.

“Pimpinan juga manusia. Bisa salah dan butuh masukan dan saran. Makanya dalam sebuah unut kerja ada sekretaris, staf, bendahara dan sebagainya yang keberadaannya dbuthkan untung membantu kerja pimpinan. Dan semuanya harus selalu komunikasi dan mengingatkan untuk kebaikan,” kata Nurdin.

Pada kesempatan ini, Nurdin juga tidak lupa akan mendiang H. Muhammad Sani yang semasa hidupnya gencar dalam membangun konektifitas antar daerah di Kepri dengan tujuan agar arus barang, arus uang dan orang bisa lebih lancar. Untuk itu mantan Bupati Karimun ini pun berkomitmen untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh mendiang H. Muhammad Sani tersebut dan akan menambahkannya lagi dengan membangun konektivitas hati.

“Konektivitas hati itu sebuah kekuaran yang harus kita bangun. Tanpa konektivitas hati, pembangunan konektivitas antar daerah tentu akan sulit terwujud. Untuk itu, mari kita selalu bersinergi, jalin komunikasi yang baik, silaturahmi yang baik, agar apa yang kita cita-citakan bisa kita wujudkan bersama,” ajak Nurdin lagi.
Pada akhir ceramahnya, Gubernur juga menyampaikan, kondisi Kepri yang 96 persen laut dan hanya sekitar 4 persen darat harus dianggap sebagai anugerah dari Maha Pencipta, ata sebuah rezeki yang harus disyukuri.

” Jangan anggap ini tantangan, tapi ini adalah berkah yang berlimpah. Ingat bahwa maritim yang dimaksud disini bukan hanya soal ikan, tapi ada wisata, ada olahraga, industri dan sebagainya. Oleh karena itu, mari kita maksimalkan keunggulan Kepri di bidang maritim ini. Pesan saya, jadikanlah jabatan yang saudara emban ini sebagai ibadah, dan untuk mengabdi kepada masyarakat,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Plt. Kepala BKD dan Diklat Kepri Firdaus mengatakan, bahwa jumlah peserta Diklat PIM IV angkatan IX dan X tahun 2016 berjumlah 60 orang. Namun dalam perjalanan waktu, selama 3 bulan berlangsung, 1 orang peserta meninggal dunia karena Lakalantas dan 1 orang sakit.

 

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here