Rektor UMRAH, Prof. Dr. Syafsir Akhlus memberikan penjelasan pada mahasiswa pengunjuk rasa, Senin (15/8). Foto : eb

TANJUNGPINANG, SIJORIYODAY.com- – Puluhan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Kepulauan Riau kembali melakukan aksi unjuk rasa  di Gedung Rektorat, Dompak, Senin (15/08). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan.

Arifin salah seorang orator aksi unjuk rasa dalam orasinya meminta pihak universitas untuk  melakukan verifikasi ulang terhadap berkas data penerimaan mahasiswa jalur mandiri.

“Kami meminta diadakan forum resmi secara terbuka antara orang tua mahasiswa dengan pihak kampus terkait keberatan Uang Kuliah Tunggal (UKT) baik yang masuk jalur mandiri, Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN) serta SBMPTN, paling lambat sehari setelah masuk mahasiswa baru,” ujar Arifin.

Para mahasiswa juga meminta penjelasan Rektor UMRAH mengenai transparansi UKT di UMRAH. Sistem UKT tahun 2013 serta 2014 bagi mahasiswa yang tidak KKN.

Rektor UMRAH Profesor Syafsir Akhlus yang menemui para mahasiswa meminta para mahasiswa pengunjuk rasa terlebih dahulu memperlihatkan Kartu Tanda Mahasiswa UMRAH mereka masing-masing.

Setelah memastikan bahwa seluruh mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa merupakan mahasiswa UMRAH, Rektor kemudian mengajak seluruh mahasiswa masuk kedalam Rektorat.

Audensi antara Rektor UMRAH dan sejumlah mahasiswa kemuduain dilaksanakan di belakang gedung Direktorat UMRAH.

Dihadapan para mahasiswa Syafsir Akhlus mengatakan, UKT sepenuhnya kewenangan Rektor sesuai dengan acuan dan petunjuk dari Kementerian. Apa yang dilakukan oleh UMRAH merupakan upaya agar tidak ada mahasiswa yang tidak bisa kuliah.

Kebijakan ini merupakan subsidi silang dimana  mahasiswa yang kurang mampu akan dibebankan kepada mahasiswa yang mampu. UKT telah mendapat petunjuk dari Kementerian dan tidak dapat dirubah. Masih banyak cara bagi universitas untuk membantu mahasiswa tidak mampu.

UMRAH telah banyak mendorong mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi untuk terus menempuh pendidikan dengan bantuan beasiswa.

“Kalau mahasiswa itu kurang mampu, kita akan berikan bantuan berupa beasiswa, bukan untuk mengurangi biaya UKT mengingat UKT sudah final.” Tegas Syafsir Ahklus.

Sedangkan mengenai persoalan verifikasi. Syafsir Ahklus mengatakan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedural (SOP). Dapat dipastikan yang dilakukan oleh pegawai UMRAH sudah sesuai dengan rambu-rambu yang ada.

Kepada para mahasiswa juga para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Rektor UMRAH berharap untuk lebih kreatif terhadap persoalan biaya.

“Teman-teman BEM silakan bantu adeknya yang kurang biaya, tapi harus dengan cara yang kreatif. Saya meyakini anak BEM UMRAH bisa melakukan hal itu,” harap Syafsir Ahklus.

Penulis : Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here