TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang berhasil menangkap Motor Tanker (MT) Vier Harmoni. Oleh Tim Western Fleet Quick Respons (WFQR) di bawah komando Laksma TNI S Irawan, di perairan Pulau Dato, Pontianak Kalimantan Barat, pada Rabu (24/8) kemaren.

Didasari adanya laporan kapal tanker pada tanggal 17/08 milik PT Vierlines yang memuat 900 KL solar dilarikan ABK nya ke Batam, kemudian WFQR-4 Lantamal IV di bawah komando Laksma TNI S. Irawan mengerahkan tim gabungan TNI AL dari unsur KRI baik dibawah kendali Gugus Tempur Laut Armada barat maupun unsur KRI Guskamlabar langsung melakukan pencarian diberbagai sektor pencarian.

Alhasil , Tim WFQR-4 serta KRI Teluk Gilimanuk- 531 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Erwin Baharudin berhasil menangkap MT Vier Harmoni sedang berlayar di perairan pulau Dato, Kalimantan Barat.

Komando Laksmana Pertama (Laksma) TNI AL S.Irawan dalam konferensi pers nya menjelaskan Kapal MT. Vier Harmoni adalah kapal berbendera Indonesia milik PT.Vierlines, dan disewa oleh Ozoil SDN BHD untuk masa 2 tahun, diserahkannya pemilik kepada pihak penyewa pada Tanggal 15 Januari 2016, selama disewa ,semua komando operasi dan Komersial ditangan pihak penyewa.

“Kejadian ini dilatarbelakangi oleh adanya konflik internal perusahaan Ozoil SDN BHD Malaysia selaku pihak penyewa kapal, dari pengakuan ABK kapal, pihak penyewa kapal tidak membayarkan gaji crew kapal MT. Vier Harmoni selama 3 bulan,” pungkasnya.

Lanjut S. Irawan, pemindahan/Penjualan oleh ABK dan Nakhoda ke pihak ketiga Ini merupakan sindikat,hanya S.irawan tidak ingin membeberkan nama perusahaan (pihak ketiga, red) yang akan dijual ke perbatasan Malaysia Indonesia tersebut. Menurutnya, Nakhoda tersebut di pengaruhi oleh pihak ketiga,” Ada 2 kapal yang kita curigai yang akan menampung BBM tersebut,” katanya.

Atas kasus tersebut, mereka akan disangka kan melanggar UU Pelayaran, tentang dokumen dokumen kapal, dan Deliver Order Minyak.

Selanjutnya besok pada tanggal (26/08) akan diserahkan ke Tanjung Uban guna penyidikan dan penanganan lebih lanjut.

 

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here