TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Idrizal Efendi (26) alias Idris dan Edo Ronaldi alias Edo (24) terdakwa kasus penyelundupan Narkotika yang tertangkap BNN di Bengkel Taya Ban Jalan Gatot Subroto No.25 RT.003 RW.01 Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjunpinang, Kepri, Kamis, 4 Agustus 2016 lalu, kini disidangkan di PN Tanjungpinang dengan agenda sidang dakwaan, Selasa (15/11/2016).

Tiga tersangka diantaranya Suryanto (meninggal dunia), Syamsudin dan Ali masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).Sementara dua terdakwa Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Pengadilan Negeri Tanjungpinang melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Setiawan SH serta didampingi oleh Haryo Nugroho SH dan Akmal SH membacakan dakwaan keduanya.

“Pengadilan Negeri Tanjungpinang berwenang mengadili perkaranya, telah melakukan pemufakatan jahat bersama dengan Edo Ronaldi alias Edo (dilakukan penuntutan dalam berkas perkara terpisah splitzing), Suryanto (meninggal dunia), Syamsudin  (DPO) dan Ali (DPO), untuk melakukan tindak pidana narkotika yaitu secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman,” sebagaimana dibacakan JPU Ricky Setiawan.

Dalam dakwan JPU pada tanggal 2 Agustus 2016, Edo Ronaldi alias Edo (terdakwa dalam berkas splitzing) dihubungi oleh Syamsudin (DPO) untuk mengambil mobil Daihatsu Feroza warna biru Nopol BM 1463 JL dan mobil Suzuki Escudo warna merah Nopol BM 1649 NM yang dibeli Syamsudin untuk mengangkut Narkotika yang dikirim dari Pekanbaru menuju Tanjungpinang.

Pada tanggal 4 Agustus 2016, sekitar jam 09.00 WIB Terdakwa Idrizal Efendi alias Idris dan Edo Ronaldi alias Edo (terdakwa dalam berkas terpisah splitzing) berangkat mengambil mobil Daihatsu Feroza warna biru Nopol BM 1463 JL dan mobil Suzuki Escudo warna merah Nopol BM 1649 NM yang sudah disiapkan Syamsudin di Pelabuhan Dompak Tanjungpinang.

Kemudian Sekitar jam 10.00 WIB, Edo Ronaldi alias Edo membawa mobil Daihatsu Feroza warna biru Nopol BM 1463 JL dan Terdakwa Idrizal Efendi alias Idris membawa mobil Suzuki Escudo warna merah Nopol BM 1649 N menuju dermaga yang letaknya di bawah jembatan dekat RSUP Tanjungpinang, menunggu Suryanto (almarhum) yang sedang  membawa Narkotika yang sudah dimasukan ke 4 (empat) buah ban mobil.

Sekitar jam 13.00 WIB, Suryanto tiba di dermaga di bawah jembatan dekat RSUP Tanjungpinang, kemudian Suryanto memindahkan 3 (tiga) buah ban mobil yang didalamnya sudah berisi Narkotika jenis shabu dan pil ecstasy ke mobil Daihatsu Feroza warna biru Nopol BM 1463 JL.

Sedangkan 1 (satu) buah ban mobil lagi yang didalamnya sudah berisi Narkotika jenis shabu dan pil ecstasy dipindahkan ke mobil Suzuki Escudo warna merah, Nopol BM 1649 N. Setelah itu terdakwa Edo Ronaldi alias Edo yang mengemudikan Daihatsu Feroza yang ditemani oleh Suryanto dan Terdakwa Idrizal Efendi alias Idris dengan mengemudikan mobil Suzuki Escudo berangkat menuju tempat ekspedisi di Pelabuhan Kijang Tanjungpinang.

“Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta,” ungkapnya.

Sebelum ke Pelabuhan Kijang Tanjungpinang, dibacakan JPU, terdakwa Edo Ronaldi alias Edo, Idrizal Efendi alias Idris dan Suryanto mampir di bengkel Taya Ban untuk membeli ban baru, kemudian memasangkan 3 (tiga) buah ban yang berisi Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi di mobil Daihatsu Feroza, sedangkan 1 (satu) buah ban yang berisi Narkotika jenis shabu dan ekstasi akan dipasang di mobil Suzuki Escudo.

Sebelum ke-4 ban tersebut terpasang, Edo Ronaldi alias Edo dan Terdakwa Idrizal Efendi alias Idris ditangkap oleh Petugas BNN, sedangkan Suryanto meninggal dunia  karena terjatuh pada saat melarikan diri, dan dilarikan ke RSUD Tanjungpinang.

Pada saat dilakukan pengeledahan ternyata Isi dari 1 (satu) buah ban mobil yang dibawa terdakwa Idrizal Efendi alias Idris di mobil Suzuki Escudo adalah Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi, kemudian setelah barang butki ditimbang, disisihkan untuk diuji Laboratorium.

“Narkotika Golongan I jenis shabu dengan Kode C.1 s/d C.9  dengan berat  9,3497 Kg dan Narkotika Golongan I jenis pil ekstasi dengan Kode C.10 s/d C.16 dengan berat 9,0908 Kg atau 34.233 butir,” jelas JPU.

Sementara Isi dari 3 (tiga) buah ban mobil yang dibawa Edo Ronaldi alias Edo di mobil Daihatsu Feroza adalah juga Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi, kemudian setelah itu barang bukti ditimbang, disisihkan untuk diuji Laboratorium.

“Narkotika Golongan I jenis shabu Kode A.1 s/d A.20 dengan berat 20,6912 Kg, Kode B.1 s/d B.12 dengan berat 12,2405 Kg, Kode D.1 s/d D.30 dengan berat 30,9848 Kg. Terdapat Narkorika Golongan I jenis pil ekstasi, Kode A.21 s/d A.23 dengan berat 3,750 Kg atau 14.551 butir Kode B.13 s/d B.20 dengan berat 11,2405 Kg atau 39.643  butir,” papar JPU.

Kemudian berdasarkan BA Pemeriksaan Laboratoris Nomor : 188 H/VIII/2016/BALAI LAB NARKOBA tanggal 11 Agustus 2016 terhadap barang bukti Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi dari terdakwa Idrizal Efendi alias  Idris JPU berkesimpulan barang haram itu benar mengandung MDMA/(+-)-N,a-dimetil 3,4 (metilendioksi) fenetilamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 37 Lampiran UU R.I. Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dan terhadap barang bukti Narkotika jenis shabu dalam kesimpulan adalah benar mengandung Metamfetamina terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 Lampiran UU R.I. Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Selanjutnya Berdasarkan BA Pemeriksaan Laboratoris Nomor : 187 H/VIII/2016/BALAI LAB NARKOBA tanggal 11 Agustus 2016 terhadap barang bukti Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi dari Edo Ronaldi alias Edo, JPU berkesimpulan Narkotiak tersebut benar mengandung MDMA/(+-)-N,a-dimetil 3,4 (metilendioksi) fenetilamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 37 Lampiran UU R.I. Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan terhadap barang bukti Narkotika jenis shabu.

“Dalam kesimpulan adalah benar mengandung Metafetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 Lampiran UU R.I. Nomor 35 Tahun,” ungkapnya.

Atas dakwaan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya, ?Agus Supriyanto SH, Said SH, dan Arul menyatakan keberatan dan akan mengajukan eksepsi.

Persidangan selama satu minggu mendatang dengan agenda mendengarkan eksepsi terdakwa.

“Yang menjadi keberatan PH kedua terdakwa adalah materi materi dari  dakwaan JPU,” kata JPU Ricky Setiawan SH.

 

 

Penulis:akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here