TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang menyikapi dengan serius, munculnya lembaga yang mengaku bisa melunasi hutang rakyat indonesia, baik itu TNI,Polri maupun PNS,di Kota Tanjungpinang, Selasa (15/11/2016).

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II, Mimi Betty  usai menggelar Pertemuan Bersama Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tanjungpinang-Bintan.

Mimi Betty didampingi  Sekretaris komisi II, M. Arif dan Pepy Candara selaku anggota. Meski agenda berupa hering dalam rangka mendengar aspirasi, Komisi II mengaku sangat terkejut dengan munculnya lembaga yang mengiming-imingi rakyat terhadap pembebasan hutang tersebut.

Mimi Betty mengaku terkejut, mendengar penjelasan dari pihak Perbarindo, mengingat dokument-dokument yang disampaikan pihak UN-SWISSINDO kepada Para Perbankan.

“Kami telah mengantongi surat edaran dari Bank Indoonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana dalam surat tersebut, OJK maupun BI dengan jelas bahwa UN-SWISSINDO itu adalah lembaga tidak jelas, dan iming-iming pelunasan hutang itu, adalah Penipuan,”Ungkapnya.

Untuk langkah selanjutnya Komisi II Memi Betty, akan mendatangi Polres Tanjungpinang, guna melakukan kordinasi.

“Sebagai Komisi yang membidangi keuangan, kami sangat mereaksi atas muncul isu ini. Apalagi kami telah mendapatkan surat dari BI, dan OJK. Untuk itu besok,(Rabu,16/11/2016) kami akan beraudiensi dengan Bapak Kapolres Tanjungpinang.”Ungkapnya.

Langkah tersebut, untuk mengetahui apakah pihak kepolisian telah mengetahui keberadaan lembaga tersebut, dan langkah-langkah hukum yang akan diambil kedepan seperti apa, ungkapnya.

“Kita ini komisi yang membidangi keuangan. Kordinasi kepada polres agar langkah hukum yang tepat seperti apa,”Ungkapnya kembali.

Politisi Golkar ini,  mengajak kepada pemangku kepentingan, agar bergandengan tangan, dalam menyikapi persoalan ini, mengingat akan berdampak buruk terhadap masyarakat jika terus dibiarkan.

Sementara M. Arif sekretaris Komisi II juga mengatakan hal yang sama.Politisi PKS ini, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terkecoh dengan iming-iming UN-SWISSINDO.

“Sudah Jelas iming-iming pelunasan hutang ini, adalah upaya penipuan. Selain itu, ada upaya memecah belah persatuan dan kesatuan ditengah kemajemukan masyarakat,Tak bisa dibayangkan jika Ratusan masyarakat Tanjungpinang bergabung ke UN-SWISSINDO, lalu mereka merasa hutangnya lunas. apa tidak berbahaya kedepan,”tanya M.Arif.

“Akan terjadi keributan ditengah masyarakat dengan perbankan, yang berujung pada perpecahan antara masyarakat itu sendiri. Jadi lembaga ini, bukan hanya modus penipuan, akan tetapi ada pola memecah belah persatuan dan kesatuan,”tambahnya.

Untuk itu M. Arif mengharapkan peran media massa juga harus aktif terhadap keberadaan sebuah lembaga yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan ditengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Sementara anggota Komisi II Pepy Candra  pertemuan dengan Perbarindo tersebut, sebagai upaya mendengarkan aspirasi apa yang terjadi terhadap UN-SWISSINDO ini.

“Usai Pertemuan ini, tentu kita akan audiensi dengan bapak Kapolres Tanjungpinang, apakah keberadaan UN-SWISSINDO telah diantisipasi oleh pihak Polres, dan apa langkah-langkah yang akan kami tempuh kedepan,”pungkasnya.

Sebagai komisi yang membidangi hal ini, Pepy Chandra mengaku sangat-sangat serius menyikapi persoalan ini.

“Akan kita dengarkan masukan-masukan. Tadi udah mendengarkan Penjelasan Perbarindo.besok akan kita dengarkan penjelasan pihak Polres Tanjungpinang, dan bahkan dirinya akan mendengarkan keterangan dari UN-SWISSINDO, sehingga semua pihak kita dengarkan penjelasanya,”sebutnya.

Sementara Sekdako Riono mengaku telah melakukan Kroscek,dan ternyata lembaga tersebut tidak terdaftar.

“Kita telah minta Kesbangpol untuk mengecek, dan memang tidak terdaftar.”Ungkapnya.

Pemko saat ini, belum bisa mengambil langkah tegas terhadap keberadaannya, mengingat saat ini masih dilakukan pendalaman.

“Kita kroscek dulu di BP2T, kalau tidak ada ijinnya, maka kita akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan aturun hukum,”Ungkapnya.

Riono menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, jangan mudah terpercaya terhadap iming-iming bisa melunasi hutang itu.

 

 

Penulis: Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here