TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Pembangunan tower milik Telkomsel yang terletak di Jalan Gudang Minyak KM.2 diketahui tidak ada pemberitahuannya terhadap warga sekitar.

Pasalnya, tower yang didirikan setinggi 27 Meter itu, tiba – tiba saja berdiri disalah satu Rumah warga Gudang Minyak yang bernama Insan.

Hal itu juga membuat salah satu warga sekitar kecewa terhadap Ketua RT 01 Gudang Minyak tanpa ada Musyawarah terlebih dahulu, tiba-tiba saja berdiri tegak.

Sementara Ketua RT 01 Gudang Minyak Sumiono mengatakan bahwa Tower Telkomsel dengan ketinggian 27 Meter itu hanya 4 Kartu Keluarga (KK) saja yang  di ambil untuk disekitar tower berdiri.

“Bagi yang tidak memiliki sertifikat (Alashak) itu tidak bisa, Tower itu berdiri di atas tanah yang bersertifikat,jadi harus tanah yang bersertifikat jika suatu saat terkena dampaknya akan ada kompensasinya bagi yang bersertifikat,”sebutnya ketika dijumpai SIJORITODAY.com dirumahnya.

Namun, bagaimana kah nasib rumah yang tidak memiliki sertifikat atau masih Alashak yang terletak disekitaran Tower tersebut ? Ketua RT 01 ini enggan berkomentar banyak akan hal itu, ” langsung aja ke pemilik lahan di Tower itu berdiri,” kilahnya.

RT 01 ini juga menjelaskan berdirinya Tower Telkomsel tersebut telah dilengkapi izin nya, sebanyak 7 izin yaitu dari Dishub, BP2T, Kelurahan,Camat,Tata Kota dan Pengawasan Bangunan,serta RT dan RW.

Meskipun begitu, jika terjadi kerusakan Elektronik bagi rumah penduduk yang tidak memiliki sertifikat yang diakibatkan berdirinya Tower tersebut akan ber dampak disekitar rumah penduduk yang beradiasi sekitar 27 Meter itu. sebelumnya juga beberapa warga tidak mengetahui apakah ada perjanjian apa tidak ?.

Dengan ringan ketua RT 01 ini menjawab hanya sebagai “penguat signal” dengan berdirinya Tower di lokasi tersebut, namun dirinya enggan berkomentar jika suatu waktu terjadi sesuatu yang bisa merugikan warganya.

Bukan hanya pihak Telkomsel, Ketua RT 01 ini juga diduga tidak ada komfromi/Musyawarah kepada warga sekitar terkait terbangun nya Tower Telkomsel, beberapa warga juga sangat kecewa terhadap RT setempat.

Ditempat yang terpisah, Warga sekitar lokasi pembangunan Tower bernama ibu Ani mengaku tidak ada pemberitahuannya atas berdirinya Tower tersebut. Selain itu, ia juga tidak menerima atas adanya pembangunan Tower yang berjarak sangat dekat dirumahnya itu, pasalnya,jika suatu hari terjadi kerusakan elektronik dirumahnya tidak ada yang bertanggung jawab, karena sebelumnya dibangun tower itu tidak ada sama sekali konfirmasi dan Musyawarah terhadap dirinya selaku warga Gudang Minyak.

” Saya tidak terima, tidak ada pemberitahuannya bahwa adanya pembangunan Tower ini, seharusnya RT 01 ini memberi tahu warga nya dan mengadakan musyawarah sebelum berdiri Tower ini,” sebut istri dari mantan RT ini.

Selain itu, warga juga meminta kepada pihak kelurahan Tg.unggat untuk segera mengambil tindakan tegas atas sikap RT 001 tersebut dan meminta untuk secepatnya mengganti RT 001.

 

 

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here