TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Maraknya berkembang pendirian tempat tempat yang merupakan objek perizinan di Kota Tanjungpinang tanpa izin yang terkesan terbiarkan.

Salah satu objek perizinan sebagaimana yang dimaksud dalam perda no 3 tahun 2013 tentang perizinan adalah kategori reklame dan telekomunikasi.

Sebagai contoh berdirinya tower tanpa izin dijalan gudang minyak dan papan reklame disimpang kampus stisipol Tanjungpinang yang diketahui juga tidak memiliki izin.

Padahal dalam Peraturan Daerah kota Tanjungpinang jelas bahwa alat alat reklame dan telekomunikasi  tersebut seharusnya memiliki izin sebelum di dirikan. Namun kenyataan dilapangan,  pihak pemerintah terkesan lambat didalam melakukan penindakan terhadap berdirinya objek objek komersil tanpa izin tersebut.

Terkait papan reklame tersebut, Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endrik Sanopaka mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kepada pihak-pihak yang menganggap remeh Peraturan Daerah yang sudah dibuat untuk menciptakan suasana keteraturan.

“Aktivitas para pelaku bisnis yang mengangkangi aturan yang ada seperti izin mendirikan bangunan serta izin lainnya dan tentunya etika dan estetika dengan lingkungan sekitar seperti seolah melecehkan pemerintah kita Tanjungpinang,”Sebutnya.

Selain itu, kata Endrik ,pihaknya juga menyesalkan adanya pihak- pihak yang mencoba untuk menjadi beking dari para pelaku pelanggar Perda tersebut.

“infonya ada oknum di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Pemko yang mengaku mengaku sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pemasangan papan billboard tanpa izin tersebut,”kata Endrik kepada SIJORITODAY.com, Sabtu (19/11).

Terpisah, Sekretaris BP2T kota Tanjungpinang Said Husin mengatakan bahwa Papan Billboard/reklame yang berada di Simpang kampus Stisipol tersebut tidak memiliki izin yang dikeluarkan pihaknya,” itu tak ada izin belum ada masuk ke kami,”katanya.

Namun ketika disinggung bahwa berdasarkan info ada Oknum dari BP2T bertanggung jawab atas perizinan papan reklame tersebut, Said Husin membantah bahwa info tersebut tidak benar,”tidak ada kami seperti itu, tidak benar,”paparnya.

Sementara, Kabid Penegak Peraturan Undang Undang Daerah Satpol PP kota Tanjungpinang Nanang Prasetyo mengatakan pihaknya telah melayangkan teguran untuk ke 2 kalinya terkait papan reklame yang berada di Simpang kampus Stisipol, namun belum juga di gubris oleh pemasang reklame yang bernama Sutrisno,dan dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera membongkar Papan Reklame tersebut.

“Iya ,itu tak ada izin, Minggu depan akan segera dibongkar,”kata Nanang.

Dan ketika disinggung permasalahan Tower di Gudang Minyak, Kabid Penegak Perda ini mengatakan belum bisa mengambil tindakan tegas, sebab pihaknya hanya menunggu rekomendasi dari dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan kota Tanjungpinang.

“Apakah dirobohkan atau tidak tergantung dari rekomendasi tata kota,”ujarnya.

 

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here