TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Menindak lanjuti Tower Telekomunikasi milik Telkomsel yang terletak di Kilometer 2 Gudang Minyak di lahan yang bernama Insan, 3 orang warga Gudang Minyak mewakili 25 Kartu Kelurga (KK) yang bersempadan langsung di Tower tersebut mendatangi kelurahan Tanjung Unggat.

Alhasil kedatangan mereka disaat kepala kelurahan Tanjung Unggat tidak berada ditempat, menurut staf kelurahan pak Slamet sedang ada acara di hotel CK.

Maksud kedatangan Mereka (3 orang,red) ingin melakukan Audensi kepada pihak Kelurahan Tanjung Unggat , Selain mempertanyakan sejauh mana kepengurusan Tower tanpa izin tersebut, 3 orang itu juga mempertanyakan bagaimana pihak Kelurahan bisa Merekomendasi kan Tower tersebut hingga bisa berdiri.

Selain itu, mereka juga meminta ingin melihat Arsip persetujuan warga atas berdirinya Tower tersebut dari kelurahan, namun menurut Sekretaris lurah Said Fatahullah bahwa Arsip Tower tersebut tidak ada di kelurahan.

“Kami menanyakan apakah ada persetujuan warga terkait pendirian Tower, Seklur mengatakan ada, namun ketika kami menanyakan Arsipnya, mereka mengatakan tidak ada, bagaimana mungkin pihak Kelurahan tidak menyimpan Arsip,”sebutnya.

Lanjutnya, Ada indikasi Kelurahan Tanjung Unggat mengeluarkan rekomendasi tanpa persetujuan warga yang masuk kategori radius sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Daerah kota Tanjungpinang.

“Kemudian yang dikatakan Sekretaris Lurah ini melalui telpon menyuruh kami pertanyakan ke dishub Kominfo, dia mengatakan sudah ada izin dari dishub Kominfo untuk Tower itu,”katanya.

Sementara sesuai mekanisme perizinan mendirikan Tower yang berhak mengeluarkan izin adalah BP2T kota Tanjungpinang, Dishub Kominfo hanya merekomendasi kan ketinggian Tower tersebut,bukan memberikan Izin.

Mereka juga meminta Walikota Tanjungpinang tegas dalam mengambil kebijakan, sebab, penanganan di instansi terkait terkesan lambat, ditambah lagi pihak Kelurahan Tanjung Unggat sepertinya tidak mengerti aturan sehingga berani mengeluarkan rekomendasi tanpa mempertimbangkan ketentuan yang berlaku.

Hal ini jelas telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) no 7 tahun 2015 tentang Penataan dan Pengelolahan Menara Telekomunikasi bersama dan peraturan menteri komunikasi dan informatika tentang menara bersama Telekomunikasi.

“Tidak ada alasan lagi jika Tower tersebut tidak segera di Robohkan karena sudah jelas semuanya bahwa Tower berdiri telah mengkebiri aturan yang berlaku,” Ujar Baharudin Rahman salah satu dari 3 orang tersebut.

Sebelumnya diberitakan, kepala Kelurahan Tanjung Unggat Slamet Hariadi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu pihak pengembang Tower guna mengadakan pertemuan bersama instansi terkait dan warga setempat , namun hingga sekarang pihak pengembang belum dapat dihubungi, dan belum diketahui pasti, jika pihak pengembang tower tidak dapat dihubungi terus menerus apa langkah yang dapat diambil oleh instansi terkait mengenai Tower Tanpa Izin tersebut.

 

 

Penulis: Akok

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here