BATAM, SIJORITODAY.com – – Gubernur H Nurdin Basirun mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan sejumlah pihak yang terus berupaya memberantas peredaran narkoba Provinsi Kepri. Pekerjaan rumah pemberantasan narkoba masih sangat berat dan semoga perlahan-lahan bisa tuntas.

“Pekerjaan ini akan sukses, di samping didukung oleh teknologi yang canggih dan koordinasi semua pihak, peran serta masyarakat juga sangat penting,” kata Nurdin Basirun saat pemusnahan 19,8 kilogram narkoba di Mapolda Kepri, Batam, Rabu (23/11).

Gubernur sadar bahwa posisi strategis Kepri juga dimanfaatkan oleh bandar narkoba sebagai titik transit dan peredarannya. Nurdin berharap masyarakat Kepri bukan pengguna narkoba dan kalaupun ada semakin lama semakin berkurang.

“Mereka terus mencari peluang untuk mengedarkan narkoba melalui daerah. Bahkan dengan iming-iming nilai yang menjanjikan. Terima kasih atas kesigapan semua pihak yang terus melakukan pencegahan dan penangkapan,” kata Nurdin.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigustiawan menyebutkan wilayah Kepulauan Riau ke depan masih menjadi ancaman tempat transit maupun perdagangan gelap narkoba karena letaknya yang strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Philipina.

Hal ini perlu menjadi perhatian semua secara serius serta mengikutsertakan seluruh stake holder dan elemen masyarakat untuk mencegah dan melawan perdagangan gelap narkoba yang sangat merugikan kita semua.

“Saya mengajak kita semua komponen anak bangsa untuk melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba secara terus menerus untuk menuju Indonesia bebas narkoba,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, pihaknya sangat prihatin terhadap para korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sebab salah satunya adalah para generasi muda dan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.

untuk melanjutkan cita-cita serta perjuangan bangsa dan negara indonesia yang sama-sama kita cintai sebagaimana kita ketahui bersama bahwa “Pemuda dan pelajar merupakan kelompok yang sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh godaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang akan dimanfaatkan oleh para penjahat narkoba baik sebagai korban penyalahgunaan, maupun dimanfaatkan untuk menjadi kurir yang akan mengedarkan narkoba secara gelap dan terselubung di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Kapolda.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang dimusnahkan sebanyak 19.856 gram/19,8 kg, dimana jumlah tersebut setelah disisihkan seberat 100 gram untuk dikirim ke labfor polri cabang Medan guna proses pengujian secara laboratorium dan sebanyak 540 gram yang akan digunakan untuk pembuktian di pengadilan.

Dalam hal ini sebanyak 61.488 (enam puluh satu ribu empat delapan puluh delapan) orang diselamatkan dari bahaya narkotika jenis sabu, dengan asumsi 1 gram sabu digunakan untuk 3 (tiga) orang pemakai.

Tampak hadir dalam pemusnahan itu Wakil Ketua DPRD Kepri Amir Hakim, Kepala Badan POM Kepri, Kepala Kantor Bea Cukai Batam dan Kepala Kantor Imigrasi Batam.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here