TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Oknum Pegawai GraPARI Telkomsel Tanjungpinang diadukan ke Mapolres Tanjungpinang, dengan alasan menghalangi tugas jurnalistik, pada Senin (13/12/2016).

Suaib Wartawan SIJORITODAY.com yang didampingi sejumlah wartawan dari media online, Fizanika Hardiansyah tiba di Mapolres Tanjungpinang sekitar Pukul 15.00 WIB.

“Iya, kita mau melaporkan oknum pegawai Telkomsel tersebut, karena saya melihat dia telah merampas kemerdekaan Pers, dengan menghalangi saya untuk mendapatkan informasi”, Ungkap Suaib ketika memasuki ruang SPK Mapolres Tanjungpinang.

Usai dari ruang SPK, Suaib terlihat bergegas menuju ruangan Satreskrim, dan masuk menuju ruang Unit Tipiter.

Setelah dua jam berada diruang Tipiter, Suaib mengatakan, bahwa dirinya mengadukan oknum Pegawai Telkomsel, karna mengeluarkan kata-kata tak senonoh.

“Saya adukan secara tertulis, seluruh peristiwa dan kronologi yang terjadi. Saya melihat apa yang dilakukan oleh oknum pegawai telkomsel tersebut, merupakan upaya menghalangi saya ketika saya bersama kawan dari media online, meminta ijin untuk menjumpai pimpinan kantor tersebut, guna melakukan konfirmasi terkait program Telkomsel Poin yang bisa ditukarkan dengan Pertamax Turbo di Salah satu Pertamina di Tanjungpinang,”Ungkap suaib.

Namun respon yang terjadi, sungguh tidaklah terpuji, dan tidak etis disampaikan oleh oknum pegawai yang notabene perusahaan Pemerintah Itu.

“Biarlah Kepolisian yang akan bertindak. Saya percaya kepada teman-teman kepolisian, untuk cermat dalam menyikapi pengaduan saya ini,”tutupnya.

Sementara, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam Muhammad Zuhri sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“Harusnya hal demikian tidak terjadi. Jurnalis bekerja untuk masyarakat luas. jadi harus diberi akses terhadap semua yang menjadi kepentingan publik.”Ungkap Muhummad Zuhri melalui pesan WhatsAppnya.

“Bagi pihak yang menghalang-halangi tugas jurnalist, bisa dijerat UU Pers,”paparnya.

Meski demikian, persoalan antara oknum Pegawai Telkomsel dengan wartawan tersebut, Zuhri menyarankan agar diselesaikan secara baik-baik.

“Sebaiknya diselesaikan antara kedua belah pihak, Gak perlu sampai ke Kepolisian,”Saran Zuhri.

 

Penulis: Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here