BATAM, SIJORITODAY.com – –  Berkendara pada malam hari tentunya tidak baik bagi para wanita. Hal tersebut kerap mengundang aksi kriminalitas di tengah hiruk pikuk kehidupan di kota Batam. Seperti Kisah yang dialami Mahya Sati Nasution, gadis berusia 21 tahun yang menjadi korban jambret di jalan R Suprapto, atau lebih tepatnya berada di depan Tahu Sumedang, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, pada Selasa (21/02) malam.

Diceritakan orang tua Mahya, Nurhayati, kejadian berawal saat anak semata wayangnya baru pulang bekerja sebagai staff BAAK pada Fakultas Hukum di Universitas Riau Kepulauan (Unrika) tersebut mengendarai sepeda motor seorang diri. Sesampainya di depan Tahu Sumedang, kedua pelaku yang berboncengan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio langsung memepet dan meraih tas hitam yang digantung pada bagian depan sepeda motor Mahya.

Dengan spontan, Mahya yang tak mau kehilangan barang-barang berharganya itu kemudian mengejar pelaku hingga ke simpang Beskem Batu Aji. Alhasil, Mahya kehilangan jejak karena kalah cepat dari sang penjambret dan sesaat pengejaran Mahya tersebut terhenti.

“Anak saya mengejar para jambret tersebut dengan gemeteran karena tak terima barang-barang berharganya hilang begitu saja,” ungkapnya.

Setelah menghentikan pengejarannya, Mahya yang termenung sesaat di Pos Polisi Simpang Beskem kemudian diantarkan warga ke Polsek Sagulung untuk membuat laporan.

Akibat kejadian ini, Warga Kavling Flamboyan Blok H nomor 81 itu mengalami kerugian yang mencapai Rp.4.920.000. Pasalnya di dalam tas tersebut disimpan 1 unit Handphone merk Oppo F1, 1 unit Handphone Samsung lipat dan dompet merk Louis Viollution yang berisi uang tunai Rp.450.000 beserta dokumen-dokumen penting lainnya.

 

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here