TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Mendapat laporan banyaknya anak yang putus sekolah, membuat Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang terpanggil untuk bergerak agar mereka bersekolah kembali. Baginya mengelola pendidikan di wilayah kampung atau pinggiran di Kota Tanjungpinang memerlukan sentuhan yang berbeda.

“Harus lebih serius namun juga penuh dengan rasa kekeluargaan. Untuk itu kita menyisir setiap sudut kota hingga perkampungan untuk mencari anak-anak yang putus sekolah,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Tanjungpinang ini, pada hari Sabtu(11/3). 

Adapun perkampungan yang ia tuju bersama tim dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang dan kelurahan setempat, adalah Madong.

“Kami mendapat laporan dari para guru di Madong, dari 32 murid asal Sungai Nyirih yang sekolah di Sekolah Satu Atap Madong, saat ini ada empat anak yang mulai putus sekolah dengan alasan yang beragam,” jelasnya yang telah didukung arus bahwa Partai Golkar sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang. 

Adapun alasan mereka putus sekolah seperti karena tidak punya uang jajan, ada yang kelas 1 SD sudah harus menjaga adiknya karena ibunya bekerja sedangkan ayahnya merantau, ada juga ayahnya melarang sekolah karena anaknya pernah kesurupan atau kerasukan. 

Ada anak karena alasan setiap hari sakit, sakit kepala, sakit gigi, sakit perut dan bermacam alasan sehingga tidak melanjutkan pendidikannya.

“Kemarin kami datangi rumah-rumah mereka, kami ketuk pintunya, kami temui keluarga mereka agar anak-anak mereka kembali ke sekolah. Kami berdialog degan mereka dan mendengar pahit getir permasalahan yang dihadapi sekaligus menekankan pentingnya pendidikan untuk masa depan mereka. Semoga mereka kembali ke sekolah,” ungkapnya sambil bersemboyan Rakyat pintar, kemiskinan minggir, kesejahteraan hadir. (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here