Arsip Nasional Restorasi 361 Naskah dan Manuskrip Kesultanan Lingga. Foto : JK

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Kepala Dinas Kebudayaan, Kabupaten Lingga, M Ishak sangat bersyukur serta berterima kasih dengan datangnya tim kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) merespon surat Dinas Kebuyaan Kabupaten Lingga untuk restorasi dan digitalisasi sebanyak 361 lembar naskah dari berbagai judul dan surat Kesultanan Lingga.

”Kita belum punye anggaran yang khusus untuk restorasi, kita juga belum punya tenaga ahli di bidang ini. Dengan datangnya tim upaya-upaya penyelamatan, pemeliharaan dan perbaikan naskah serta manuskrif yang ada di museum dapat dilakukan.”terangnya.

Menurut Ishak peninggal-peninggan jaman dulu sangat banyak tidak hanya peninggalan berupa situs namun juga banyak tercatat dalam naskah dan manuskrip, seperti halnya di Daik Lingga.

Kota tua yang 230 tahun lalu menjadi pusat kesultanan melayu Johor-Pahang-Riau-Lingga. Berbagai macam naskah dan manuskrip masih bisa ditemukan. Tak kurang dari 900 judul naskah dan manuskrip kuno serta ribuan lembar, tersimpan di Museum Linggam Cahaya, Komplek Istana Damnah, Daik.

Menurutnya sebagian besar naskah dan manuskrip yang ada menggunakan aksara Arab Melayu (jawi). Mulai dari kitab-kitab tarekat agama, surat keputusan Mahkamah Kesultanan Lingga, grant atau surat tanah era kesultanan hingga manuskrip atau tulisan tangan.

Selain di Museum, berbagai jenis naskah dan manuskip juga masih banyak ditangan para ahli waris.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Reproduksi dan Digitalisasi Arsip Anri, Saptonoputro Edi Nugroho SE M Si menuturkan, kedatang timnya ke Kabupaten Lingga untuk menjawab surat Dispar Lingga.

Kedatangan ANRI ini untuk kedua untuk melakukan restorasi dan digitalisasi naskah yang ada di Lingga. ANRI juga  memiliki program penyelamatan Sejarah Nusantara.

”Untuk seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari perbaikan fisik hingga digitalisasi. Tujuan digitalisasi untuk mempermudah pencarian agar tidak lagi menyentuh naskah asli. Sedangkan perbaikan fisik juga penting untuk menyelamatkan informasi,”ungkapnya.

Penulis : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here