Arena permainan tak berijin diduga gelar perjudian. Foto : JK

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Pro dan Kontra adanya permainan rakyat di Desa Beridat, Kecamatan Pesisir Kabuapten Lingga masih terus menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat, sejumlah pihak mendukung adanya arena permainan yang khusus di malam hari, namun juga tidak sedikit pihak yang kurang mendukung hal ini di sebabkan tercium adanya arena perjudian di tempat tersebut.

”Kita nanti bayar trus di kasih kupon habis itu, ada alat yang di putar atau di undi, kalau kita beruntung kita dapat hadiah, kalau tak rokok, minyak makan dan masih banyak lagi.”ujar Udin warga Dabo yang mengaku baru kali ini ikut bermain Sabtu (1/4).

Menurut Udin, setiap hari terutama pada malam minggu, tempat arena permainan sangat ramai di kunjungi masyarakat. Ada arena bermain untuk anak-anak tempat untuk membeli kopi atau semacam warung, namun yang paling ramai di kunjungi adalah arena ketangkasan atau permainan hadiah.

Terkadang arena ketangkasan yang mendapat hadiah tersebut sampai larut malam, meski banyak yang mengaku kalah sampai ratusan ribu hingga jutaan, namun warga masih memadati arena tersebut.

”Sepertinya orang penasaran, karena hadiahnya banyak dan benar-benar mengandalkan faktor keberuntungan.”imbuh Udin.

Hal yang sama juga disampaikan Burhan, selain dijadikan tempat hiburan alternatif, arena permainan tersebut apabila dikelola bisa menguntungkan pendapatan daerah. Burhan mencontohkan para petugas parkir bisa memungut retrebusi karena kendaraan yang parkir sangat banyak dan bahkan sampai tidak tersusun rapi. Namun Burhan kurang setuju arena permainan dijadikan tempat perjudian.

”Itu harusnya jadi tempat hiburan, di daerah kita ini tak ada tempat hiburan,tapi kalau bisa janganlah ada perjudian di arena permainan itu.”imbuhnya.

Sementara itu, Idris, Kepala Desa Beridat, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk arena permainan tersebut. Beberapa waktu lalu memang ada orang yang meminta izin untuk membuat arena permaian khususnya di malam hari. Sebagai kepala Desa Idris mengaku hanya mengizinkan pemakaian tempat, namun terkait apa saja permainan yang ada di dalamnya Idris mengaku tidak mengetahui.

”Kita hanya mengizinkan pemakaian tempat, kalau isi didalamnya saya tidak tahu, itupun tidak ada surat-surat hanya lisan saja.’’ imbuhnya.

Penulis : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here