TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Pengacara Reklamasi Teluk Jakarta dikabarkan Akan Meninjau Reklamasi Tanjung Unggat dalam waktu dekat ini sekaligus mengisi Kegiatan Diskusi Publik “Reklamasi Tanjung Unggat Untuk Siapa” dengan Pembicara dari Pengacara Reklamasi Teluk Jakarta Tigor Hutapea, SH dan Ahmad Marthin Hadiwinata, SH.

Sekjen LSM Lidik Kepri Indra Jaya mengutarakan bahwa pembelaan Tradisonal Pesisir Teluk Jakarta beberapa waktu yang lalu telah berhasil menjungkalkan sebuah Reklamasi Raksasa yang bernilai 600 Trilyun dengan memenangkan Gugatan di PTUN Jakarta yang pada akhirnya Reklamasi itu tidak dapat dilanjutkan.

“Turunnya Pengacara Reklamasi Teluk Jakarat ke Tanjungpinang dalam rangka Meninjau Areal Penimbunan/Reklamasi dan Areal yang akan di reklamasi dan Mengisi Diskusi Publik Tentang “Reklamasi Tanjung Unggat Untuk Siapa” serta dilanjutkan Rapat Bersama Nelayan Tradisonal Tanjung Unggat,” ujarnya.

Lanjutnya, beberapa Kegiatan bertujuan dari kegiatan Meninjau Areal untuk menyaksikan secara langsung Rencana Reklamasi seluas 32,2 Ha, Pembabatan Mangrove dan Penimbunan yang sudah dilakukan oleh pengusaha dengan ijin pada tahun 2003 dan 2008 sekaligus mengunjungi kampung Nelayan Tanjung Unggat.

“Untuk memberikan dukungan penuh kepada Nelayan yang sedang berjuang mempertahankan ruang hidup sebagai zona tangkap yang selama ini areal itu  telah dimanfaatkan selama berpuluh tahun mencari nafkah dan telah menghasilkan sembako yang berkelanjutan. Mereka akan berdisikusi dengan Nelayan Tradisonal Tanjung unggat untuk menentukan langkah-langkah dan strategi Advokasi yang akan dilakukan bersama Nelayan Tradisonal,” ujar Indra jaya.

Disisi lain, kata Indra Jaya, kegiatan Diskusi Publik ini untuk mendiskusikan agar reklamasi Mewujudkan Keadilan Pengeloaan Wilayah Pesisir dengan memperhatikan Hak-Hak Nelayan Tradisional Terhadap Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Kegiatan diatas merupakan tindaklanjut dari Perjuangan Nelayan Tradisional Tanjung Unggat saat menyuarakan permasalahan ke DPRD Kota Tanjungpinang pada 04 Februari 2017 Tentang Terusiknya Ruang Hidup  sebagai Zona Tangkap Nelayan Tradisonal Tanjung Unggat dengan adanya kegiatan Pembabatan Mangrove dan Penimbunan pesisir serta Rencana Reklamasi besar besaran seluas 32,2 Ha di Kelurahan Tanjung Unggat.

“Harapan kepada Masyarakat Kota Tanjungpinang lintas Tokoh, para akdemisi, kaum-kaum intelektual serta Organisasi Kemasyarakatan atau Lsm bisa memberikan dukungan penuh kepada kegiataan yang bertujuan murni menuntut keadilan atas Hak-Hak Nelayan Tradisonal Tanjung Unggat dalam Penyelamatan Wilayah Pesisir Tanjung Unggat, dan bisa hadir menjadi peserta acara diskusi publik,” harap LSM Lidik Kepri ini. (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here