TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi III Dwi Ria Latifah mengakui adanya kepentingan Golongan – golongan tertentu bahwa kota Batam akan dijadikan Provinsi Khusus.

Dirinya lebih cenderung untuk saat ini bagaimana masing-masing pemimpin dibatam untuk dapat duduk bersama dengan hati yang jernih, dan bersih guna membicarakan kepentingan seluruh masyarakat Batam. Karena menurutnya, tidak bisa mengubah suatu daerah hanya dari sebuah analisa. Batam sendiri, kata Dwi, masih banyak persoalan-persoalan yang harus diselesaikan.

“Batam Sekarang jadi dualisme kepentingan, saling ribut, saling tidak akur, banyak kepentingan yang masuk di Batam, kita jangan sampai terjebak disitu,” ungkapnya, Sabtu (29/04) malam di Gedung Asrama Haji Tanjungpinang.

Bahkan lanjut Dwi, Pemerintah kota Batam dan BP batam sekarang ini seperti menari di Gendrang orang lain.

“Artinya mereka sibuk sibuk sendiri yang di untungkan orang lain yang tidak punya sama sekali kepentingan kepada seluruh masyarakat Batam, hanya golongan-golongan tertentu saja,” ujarnya.

Mantan Pengacara ini mengatakan  sangat diperlukan adanya pengkajian lebih dalam lagi untuk membentuk suatu Provinsi baru. Banyak persoalan-persoalan yang ada dibatam yang menurutnya masih harus diselesaikan terlebih dahulu. Namun, suatu persoalan tidak akan selesai apabila di Batam “Masih Ada Dusta Antara Kita”.

“Kalau mengevaluasi kebijakan-kebijakan dari pusat untuk Batam, saya setuju, namun mau dijadikan Provinsi, harus mendengar aspirasi masyarakat Batam itu sendiri, harus Kepentingan masyarakat Batam, jangan hanya kepentingan golongan tertentu, jangan hanya karena kita baru menganalisa dampak jangka pendek. Jangan gegabah dan langsung instan,” tegas Dwi.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here