Tukang ojek minta Walikota Batam bubarkan hoje online, Rabu (10/5). Foto : FR

BATAM, SIJORITODAY.com– – Walikota Kota Batam Muhamad Rudi mengaku selama ini belum menerima dokumen perijinan Usaha Tranportasi berbasis aplikasi roda dua (Ojek Online) di Batam.

” Pemerintah kota Batam saat ini belum menerima ijin dari operator ojek online yang berpusat dari Jakarta,” ucap Rudi usai menemui ratusan tukang ojek konvensional di halaman Kantor Pemko Batam, Rabu(10/5/2015).

Maka dengan itu dirinya mengintruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan penertibkan serta menindak ojek online. Selain itu para tukang ojek konvensional (Lokal) dilakukan penatataan untuk dapat dikelola secara stuktural dan terorganisir.

“Biar tidak ketinggalan ojek konvensional memiliki aplikasi sendiri biar tidak ketingalan,” imbuh Walikota Batam tersebut.

Sementra Itu, kepala Dinas Perhubungan Batam, Yuspa Hendri mengatakan, belum memiliki peraturan bagi tranportasi roda dua.

“Kita lagi menunggu peraturan dari pusat mengenai kendaraan roda dua menjadi sarana tranportasi Umum,” terang Yusfa.

Di lokasi yang sama Margati salah seorang tukang ojek meminta Pemko Batam  untuk membubarkan ojek online. Kehadiran ojek dengan aplikasi tersebut meresahkan para tukang ojek konvensional.

“Sebelum ojek online ada, kami lebih duluan ada. Cukup menyakitkan mereka (Gojek) mengambil sewa (penumpang) didepan padahal berjam-jam menunggu,” ucap Marganti .

Para tukang ojek konvensional berharap Pemko bersama DPRD Batam segera memanggil perwakilan (manajemen)  mengelola Ojek Online untuk dibubarkan.
Penulis : Afrodite

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here