Kepala seksi Penegak Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Wiwin Iskandar. Foto : dok

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Kepala seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Kepri, Wiwin Iskandar, mengklarifikasi tudingan yang dikatakan Andi Cori Fatahudin, Ketua GAPENSI ( Gabungan Pelaksana  Kontruksi  Nasional Indonesia) Provinsi Kepulauan Riau, adanya intervensi yang dilakukan oknum Kejaksaan terkait proses pelelangan proyek,

“Terkait tudingan tersebut, kami akan terlebih dahulu melakukan klarifikasi melalui bidang pengawasan, apakah tuding tersebut benar atau tidak. Bahwa terhadap tudingan tersebut mungkin ada salah persepsi saja karena Kejaksaan melalui tim TP4D dapat melakukan pengawalan dan pendampingan baik dalam tahap perencanaan, pelelangan, pelaksanaan sampai dengan selesainya pekerjaaan serta pembayaran,” ungkapnya kepada sijoritoday.com.

Dijelaskannya, pembentukan TP4D di daerah melalui keputusan Jaksa Agung RI nomor Kep-152/A/JA/10/2015  tentang TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan) adalah tindaklanjut dari NAWACITA Presiden yg salah satunya untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pelaksanaan pembangunan di pusat dan daerah.

“Kalau untuk Ketua TP4D di Kejaksaan Negeri itu Kasi Intelijen, untuk Kejati Kepri, Ketua tim TP4D itu Asisten Intelijen. Tim inilah yang akan mengawal menjaga atau memastikan proyek  pembangunan pemerintah, agar dapat terlaksana dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga terhindar dari bentuk hambatan dan intervensi dari pihak-pihak yang berpotensi menghambat proses  yang telah dijalankan,” ujarnya mengakhiri.

Penulis : akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here