Proyek IPAL kabupaten Lingga asal jadi. Foto : jk

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Ketua Lembaga Swadaya Masayarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (LSM-LAKI) Azrah mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan infestigasi dan pendataan terkait dengan proyek Sanitasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di wilayah Kelurahan Dabolama, Kecamatan Singkep. Hal ini di lakukan sehubungan dengan adanya keluhan-keluhan dari warga di sekitar Ipal.

”Warga banyak yang mengeluh sebab keberadaan ipal tersebut menimbulkan bau yang kurang sedap dan pengunaanya tidak semudah yang di sosialisasikan pada masyarakat.”ujar Azrah, Sabtu (3/6).

Menurut Azrah, saat ini pihaknya lebih konsentrasi pada cara mengatasi atau solusi menghilangkan bau yang tidak enak yang ditimbulkan IPAL Komunal.

LSM LAKI meminta agar pihak-pihak yang terkait mengambil langkah-langkah agar masyarakat yang berada di sekitar IPAL tersebut tidak dirugikan dengan bau yang tidak enak apalagi saat ini sedang bulan puasa.

”Warga yang mengeluh saat buka puasa dan sahur terkadang bau yang di timbulkan oleh IPAL tersebut cukup menggangu.’’imbuhnya.
Pihak LSM LAKI Kabupaten Lingga meminta pada Dinas yang terkait agar mencarikan solusi sebab proyek yang nilainya satu milyar tersebut dinilai kurang bermanfaat bagi masyarakat.

”Sebelum dibangun IPAL tidak ada bau aneh-aneh, tapi sejak di bangun tercium bau yang tidak sedap.”imbuhhya.

Sebelumnya Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy bersama dengan Kepala BLH Junaidi Adjam, Camat Singkep Julita serta Lurah Dabolama Keizzy Dalfi  menemui masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan IPAL.

Neko Wesha Pawelloy mengatakan, kondisi proyek tersebut sangat memperihatinkan. Masyarakat jadi terganggu ditengah suasana bulan Ramadhan yang seharusnya menjadikan masyarakat khusuk untuk beribadah.

Hampir semua warga yang ditemui mengaku sangat terganggu dengan bau yang ditimbulkan dari sanitasi tersebut. Bahkan beberapa alat sanitasi dilepas warga karena sangat menganggu.

“Semua warga mengeluhkan bau tidak sedap yang di timbulkan dari proyek ini, setelah kita turun langsung ke lapangan melihat ternyata memang benar, bahkan beberapa IPAL ada yang tidak berfungsi,” ujar Neko Wesha Pawelloy.

Pantauan dilapangan, kondisi IPAL Komunal memang sangat memperihatinkan. Beberapa drum untuk penampungan tinja terlihat sudah mulai miring dan terancam roboh.

Bahkan ada yang hanya ditahan dengan kayu agar penampung tinja tersebut tidak naik saat air pasang. Selain itu, beberapa drum untuk menampung tinja tersebut tidak digunakan warga sama sekali, karena jika digunakan akan menyebabkan bau tidak sedap seisi rumah karena tinja tidak dapat mengalir ke penampungannya.

Proyek senilai satu miliar lebih yang di kerjakan oleh CV. Pribumi Jaya Mandiri terkesan asal jadi.

Penulis: Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here