Muhammad Rofiq

Muhammad Rofiq
Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Maritim Raja Ali Haji

KONDISI EKONOMI DESA BERAKIT

Secara geografis, Desa Berakit adalah merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian 13 meter dari permukaan laut yang terdiri dari pesisir pantai. Desa Berakit merupakan daerah perbatasan wilayah yaitu laut cina selatan (sebelah utara), desa malang rapat (sebelah selatan), desa pengundang (sebalah barat), dan laut cina selatan (sebelah timur).

Jumlah penduduk Desa Berakit sampai dengan akhir tahun 2014 sebesar 1761 jiwa dengan kepadatan rata-rata 36 jiwa/kilometer persegi. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk 0,02%. Mayoritas pekerjaan desa berakit adalah berprofesi sebagai nelayan. Hal ini terlihat dari data penduduk desa menurut pekerjaan, bahwa dari 1751 penduduk, yang bekerja sebagai nelayan 338 orang lebih banyak dibandingkan dengan profesi yang lainnya.

Dalam hal ini, yang menjadi perhatian saya adalah kondisi ekonomi desa berakit, dimana kondisi merupakan keadaan atau kedudukan seseorang. Sedangkan ekonomi adalah kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa kondisi ekonomi merupakan keadaan atau kedudukan seseorang didalam masyarakat yang ditinjau dari segi ekonomi, hal ini ditentukan oleh pekerjaan dan penghasilan.

Menurut hasil pengamatan saya dalam studi lapangan didesa berakit, melihat secara langsung bahwa masyarakat desa berakit ini bekerja sebagai nelayan sejak dulu, yang bekerja sebagai nelayan mereka diberikan bantuan dari pemerintah berupa alat-alat perlengkapan melaut.

Alat-alat bantuan ini berupa jaring, kapal, dan lain-lain. Menurut hasil wawancara saya dengan salah satu nelayan di desa berakit pada tanggal 08 april 2017, mereka dapat bantuan dari pemerintah, namun ada beberapa bantuan dari pemerintah yang jatuh tidak tepat sasaran karena ada sebagian dari masyarakat nelayan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa alat-alat perlengkapan tetapi mereka menjualnya untuk kepentingan sendiri. Masyarakat nelayan kurang mendapatkan sosialisasi tentang bagaimana memanfaatkan alat-alat perlengkapan yang didapatkan dari Pemerintah.

Kemudian bantuan dari Pemerintah itu bukan Pemerintah langsung yang memberikan kepada masyarakat nelayan. Namun melalui ketua kelompok nelayan, nah pada akhirnya bantuan tidak diberikan kepada nelayan yang benar-benar membutuhkan melainkan diberikan kepada nelayan yang memiliki ikatan saudara dengan mereka.

Hal inilah yang menjadi ketidak tepat sasaran aliran bantuan dari Pemerintah untuk nelayan yang benar-benar membutuhkan. Untuk hasil tangkapan bebas ada beberapa nelayan yang menjual ke Restaurant Panglong, dan ada juga yang menjual hasil tangkapan mereka ketetangga. Nelayan yang menjual hasil tangkapannya di Panglong adalah nelayan Suku Laut. Mereka yang menjual hasil tangkapan mereka kepada Restaurant tersebut karena barang yang mereka gunakan merupakan pinjaman dari salah seorang yang juga merupakan pemilik Restaurant tersebut.

Dengan demikian, melihat fenomena ini maka terjadilah system patron-klien, dimana nelayan menjual hasil tangkapan kepada si peminjam alat tangkap. Kesimpulannya, bahwa masyarakat berakit keadaan perekonomian mereka bisa dikatakan baik, walaupun tidak terlepas dari beberapa masalah yang bisa diatasi. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan memiliki pendapatan yang tidak menentu, tetapi masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here