Terkait Penangkapan Timah Di Lingga, Polda Kepri Masih Bungkam. Foto : jk

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Jajaran Polda Kepulauan Riau yang melakukan penangkapan 221 karung pasir timah serta mengamankan tiga orang warga Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini pihak Polda Kepri masih belum memberikan keterangan resmi pada media.

”Kita masih lidik, nanti akan kita informasikan.”ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga.

Belum adanya keterangan resmi dari Polda Kepri ditanggapai Azrah, Ketua organisasi masyarakat  Laskar Anti Korupsi Indoensia (LAKI).

”Kita berharap agar Polda Kepri dapat memberikan kepastian hukum.”ujar Azrah Selasa (20/6).

Hal ini disampaikan Azrah, sebab dengan diamankanya pasir timah beserta tiga orang dengan inisial JA, JN dan SN oleh Polda Kepri, masyarakat Dabo Singkep yang mata pencaharianya mencari pasir timah nyaris tidak bisa beraktifitas lagi. Warga ketakutan apabila aparat penegak hukum mengamankan para penambang atau pendulang pasir timah tersebut.

”Kita tidak akan mencampuri proses hukum, kita serahkan itu pada aparat yang berwajib, kalau memang salah silahkan proses dan jangan tebang pilih terutama untuk para penampung pasir timah.”ujar Azrah.

Sebelumnya, Tim Jatanras Polda Kepri mengamakan pasir timah di salah satu rumah di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga Senin (13/6). Informasi terqakhir diketahui  rumah yang digunakan merupakan milik inisial NR. Namun hingga saat ini tidak ada titik terang dan terkesan di tutup-tutupi.

Padahal sudah delapan hari kasus ini dilidik pihak Polda Kepri dan tiga orang yang diduga sebagai penampung timah ilegal sudah diamankan di Polda Kepri sementara inisial NR pemilik rumah belum di ketahui keberadaanya.

”Agar informasi tidak simpang siur, Polda harus segera memberikan informasi ke Publik terkait dengan kasus ini, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.”imbuhnya.

LAKI Lingga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang mengamakan para penampung pasir timah ilegal tersebut, sebab berdasarkan informasi para penampung dalam setiap bulanya menjual puluhan bahkan hingga ratusan ton keluar Kabupaten Lingga dengan jalur ilegal.

Padahal apabila penjualan pasir timah tersebut resmi dan sesui dengan aturan yang berlaku maka cukup banyak pendapatan daerah yang di perolah oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.

”Selain mendesak pengusutan kasus tersebut sampai tuntas, kita juga berharap agar pemerintah Kabupaten Lingga segera mencari payung hukum, agar apabila masyarakat Lingga ingin mencari pasir timah tidak ada masalah lagi dengan hukum.”tegasnya.

Penulis : jon kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here