Ketua DPD Partai PKS Tanjungpinang, Alfin bersama istrinya. Foto: ist

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Santun dan sederhana terpancar dari Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tanjungpinang, Alfin. istri dari Charly Marlinda, SE, M.Ak. Ak. CA. Dosen STIE Tanjungpinang ini telah dikaruniai 4 orang putra putri.

Berbagai organisasi kampus pun telah digelutinya, dia pernah menjadi Ketua Ikatan Pelajar Riau (IPR) (Sekarang Provinsi Kepulauan Riau) pada tahun 1994. Bahkan, dari tahun tersebut hingga tahun 2000 belum ada yang mewakili mahasiswa dari Riau untuk menakhodai IPR kecuali dirinya. Dia juga pernah menjadi Ketua Ikatan Badan Perdagangan Indonesia di Jawa Tengah, Jogyakarta.

Mahasiswa lulusan S1 Teknologi Pertanian, Universitas Mercu Buana Yogyakarta itu, jadikan Aktivitas diorganisasi untuk melihat tiap kesulitan yang ada di masyarakat, hal itu yang paling aktif dilakukannya didalam berorganisasi.

Dengan melayani setiap masukan-masukan maupun keluhan masyarakat, dirinya dapat pembelajaran betapa butuhnya uluran tangan dari pemerintah.

Meskipun masih aktif dalam berorganisasi, dirinya mengajak beberapa temannya agar mulai berpikir untuk menjadi entrepreneur (Wirausahawan). Hal itu tercapai karena niat baik dan keuletannya sehingga dapat membuat yayasan Akademi Kebidanan Anugrah Bintan yang berada di Kilometer 13 arah kijang, Kabupaten Bintan, Kepri.

Dari Yayasan itu, Alfin telah meluluskan ratusan mahasiswa dan mahasiswi. Dulunya, yayasan didirikannya bersama rekan seperjuangannya menjadi yayasan kebidanan satu-satunya yang berada di Pulau Bintan maupun Tanjungpinang.

Alfin memang lahir dari keluarga pendidik, almarhum ayahnya (alm) Murtaji bin Dolah Idris merupakan teman dekat almarhum HM. Sani mantan Gubernur Kepri itu.

Kemudian diusianya ke 39 ini, dia lulus S2 Hukum, Universitas Batam, dia berhasil memegang kendali PKS Kota Tanjungpinang. Tentu, kedudukan Ketua disebuah partai bukan hal yang biasa. Namun dirinya menjadikan Partai Politik sebagai penyerap dan penyalur aspirasi masyarakat.

Perjalanannya disebuah Partai selama 2 periode, membuat beberapa tokoh masyarakat menginginkan dirinya untuk maju di bursa Pemilihan Kepala Daerah 2018 mendatang di Kota Tanjungpinang.

“Jika saya diamanahkan oleh partai, saya siap maju dalam pemilihan Kepala Daerah,” ucapnya belum lama ini.

Berbicara Pilkada, Apa arti Pilkada bagi sosok Alfin ? Pilkada merupakan bentuk sumbangsih anak daaerah. Karena, tiap daerah sudah pasti menunggu eksistensi dari anak daerah. Pilkada juga merupakan ajang untuk beribadah, karena bagi seorang yang beragama, jabatan adalah amanah, bukan hanya amanah dari masyarakat, namun juga kepada Allah. Dipikirannya, gagasan dan ide lah yang menjadi tolak ukur masyarakat dalam memilih calon Kepala Daerah.

Pria kelahiran Tanjung Batu ini memandang, Kota Tanjungpinang merupakan kota kecil dan kompac. Dari kota kecil itu pranata kultur masyarakat dengan berbagai pendidikan semuanya telah ada, dengan melihat kondisi Tanjungpinang yang kecil namun strategis dari abad ke 18 telah memainkan peran yang super strategis.

Karena Kota Tanjungpinang ini diletakkan kebijakan dan pondasi-pondasi pemerintahan untuk mempengaruhi keseluruhan nusantara. Pada abad 18 tersebut Kota Tanjungpinang pernah eksis akibat penjajahan Belanda.

Kini menurutnya, masyarakat Tanjungpinang dapat membangkitkan eksistensinya, karena pada 4 periode pemilu sebelumnya, Tanjungpinang telah dinobatkan menjadi Ibukota Provinsi Kepri, untuk itulah besar keyakinan dirinya untuk membangun Kota Tanjungpinang dapat diawali dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tanjungpinang yang menggariskan selama 20 Tahun hingga 2034 kedepan.

Dia memandang, berdasarkan RTRW Tanjungpinang, di Jalan Senggarang terdapat slot sebagai daerah perekonomian, slot pemerintahan, slot pendidikan, slot budaya, slot kesenian, dan slot pemukiman, slot-slot inilah yang dapat dibangun hingga menjadikan sebagai pusat pemerintahan di Jalan Senggarang.

Alvin juga memiliki keinginan kuat untuk Kota Tanjungpinang apabila telah menjadi calon tetap pada Pilkada 2018 mendatang, salah satunya pengembangan di sektor pendidikan yang melahirkan pada entrepreneur (wirausahawan) kalangan pengusaha muda yang harus diciptakan pemerintah dari berbagai akses.

Karena pendidikan merupakan hal yang paling fundamental sebuah persiapan dalam rangka menghadapi peradaban dan ketatnya persaingan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Salah satunya, budaya dan kultur pendidikan yang juga harus dibangun dan dimasifkan oleh pemerintah dalam rangka tercapainya suatu kesiapan untuk menjawab tantangan kehidupan yang mengikuti perkembangan arus globalisasi.

Pengetasan kemiskinan juga merupakan prioritas utama bagi Alfin, dengan fokus menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, dan membangun serta menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.Hal inilah yang digadang gadangkan Alvin agar dapat menanggulangi kemiskinan di Kota Tanjungpinang.

Disektor Pariwisata, Alfin juga ingin mengembangkan yaitu menjadikan Tanjungpinang sebagai pusat pintu masuknya wisatawan dari satu pulau Bintan. Dengan membangun bandara domestik di Tanjungpinang terutama dilintas udara, dengan begitu daerah Tanjungpinang bisa menjadi daerah penyanggah wisata Lagoi dan Lobam. Tentunya, PAD Tanjungpinang dapat meningkat.

“Hal ini dapat eksis, jika jalur kedatangan turis mancanegara itu di Tanjungpinang,” terangnya.

Hal ini dianggap Alfin perlu membuat kerjasama oleh Pemerintah Kabupaten Bintan, maka kedatangan turis akan berada langsung di Kota Tanjungpinang. Para turis nanti juga dapat melihat prodak prodak asli anak daerah, seperti bingkisan dan cinderamata sebagai oleh ¬-oleh dari kota Gurindam. Keinginan dirinya akan tercapai jika masyarakat Tanjungpinang mempercayai Alvin untuk memimpin Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 kedepan. (**)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here