Hutri Water, Kepala Gudang Bulog Dabo Singkep, Kab. Lingga. Foto : jk

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Kepala Gudang Bulog, Dabo Singkep, Hutri Water membenarkan hingga saat ini ada sekitar 30 ton beras yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu (raskin red) di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga belum diambil.

”Saya sudah sering menghubungi pihak kecamatan Lingga untuk mengambil beras, namun sampai saat ini belum. Saya tidak tau kendalanya apa, tapi saya sering telepon meminta agar beras cepat diambil agar tidak menjadi beban bagi kami.”ujar Hutri di komplek Pergudangan Bulog di Dabo Singkep, Senin (28/8).

Diterangkan Hutri, beras sebanyak 30 ton tersebut hanya diperuntukkan bagi kecamatan Lingga. Untuk kecamatan-kecamatan lain di wilayah Kabupaten Lingga, sudah mengambil dan menyelesaikan admnistrasi.

”Dari bulan Januari 2017 hingga saat ini kecamatan Lingga belum ambil sedangkan kecamatan-kecamatan yang lain sudah.”imbunya.

Sedangkan untuk kecamatan Lingga Utara dan kecamatan Senayang yang juga belum mengambil Raskin distribusi raskin berasal dari Bulog Tanjungpinang.

”Khusus dua kecamatan tersebut mengambilnya di Pinang, kita tidak mengetahui mengapa sudah dari dulu-dulunya kalau untuk Kecamatan Lingga Utara dan Kecamatan Senayang mengambilnya di Tanjungpinang.”imbuh Hutri yang terkesan ragu-ragu.

Bulog Dabo Singkep saat ini memiliki 500 ton stok beras yang terdiri dari 2 kategori Premium dan beras Medium. Untuk beras putih Premium dengan tingkat kepecahan 15% tdak diperjual belikan.

Menjawab pertanyaan sijoritoday.com mengenai adanya beras Bulog diperjual belikan di pasaran, Hutri mengaku tidak mengetahui darimana asal beras Bulog tersebut.

”Kalau yang di jual di pasar saya tidak tau, karena kami tidak menjualnya, tak tau beras itu dari mana.’’imbuhnya.

 

Penulis : jon kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here