TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Tengku Mukhtarudin menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang sebagai terdakwa dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi dana deposito jangka pendek Pemkab Anambas sebesar Rp1,2 miliar di Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Tanjungpinang tahun 2010-2011, Senin (13/11).

Dalam sidang, Tengku terpaksa menggunakan kursi roda, akibat kondisi kesehatannya yang masih belum pulih, usai menjalani perawatan operasi akibat penyakit penyempitan pembuluh darah dibagian punggungnya, termasuk penyakit jantung.

Sidang perkara tersebut dipimpin Santonius Tambunan SH MH, selaku Ketua Majelis Hakim, didampingi Iriaty Choirul Ummah SH MH dan Yon Efri SH MH. Sedangkan Tengku didampingi dua penasehat hukum (PH) Tatang Suprayoga SH dan Agus Riwantoro SH.

Dalam perkara tersebut, Tengku belum pernah menjalani proses penahanan, sejak mulai penyidikan di Kejati Kepri hingga proses persidangan, dengan kondisi sakit.

Hal itu dibuktikan melalui melalui surat keterangan sakit yang disampaikan oleh tim PH Tengku kepada majelis hakim yang mengadili perkara tersebut.

Sidang dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan JPU Alinaek SH dari Kejati Kepri, usai dakwaan, tim penasehat hukum Tengku tidak mengajukan eksepsi.

Sebagaimana diketahui, dalam perkara korupsi tersebut, juga melibatkan mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Anambas Ipan SE, dan mantan Kepala cabang Bank Syariah Mandiri di Tanjungpinang, Khoirul Rijal AR sebagai terdakwa.

Bahkan kedua terdakwa tersebut telah menjalani proses penuntutan oleh JPU dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Perbuatan terdakwa dijerat pasal 2 jo pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: An

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here