TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – DPRD Kota Tanjungpinang menggelar Rapat paripurna terbuka dengan agenda pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 menjadi Peraturan Daerah (Perda) 2018, Selasa (28/11) di Aula DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Suparno didampingi Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani.

Lis menyampaikan, jumlah pendapatan daerah pada rancangan APBD Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 817,22 miliar, Penambahan pendapatan yang dimaksud berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 146,23 miliar, Dana pembangunan Rp 611,60 miliar dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 59,38 miliar.

Total belanja daerah sebagaimana yang telah disampaikan pada nota keuangan yang lalu sebesar Rp 817 miliar, namun setelah pembahasan mengalami kenaikan menjadi Rp 833 miliar yang bersumber dari kenaikan belanja langsung Rp 434 miliar menjadi 450 miliar akibat penambahan Silpa penerimaan pembiayaan sebesar Rp 16 miliar yang terdiri dari BLUD sebesar Rp 15 miliar dan JKN sebesar Rp 1 miliar dan untuk belanja tidak langsung tetap yaitu sebesar Rp 382 miliar.

Berkenaan dengan prioritas utama terhadap pelayanan masyarakat terkait alokasi anggaran pada bidang pendidikan dan kesehatan. Maka untuk urusan pendidikan dari alokasi belanja daerah rancangan APBD 2018 adalah sebesar 24 persen dan urusan dibidang kesehatan 10,63 persen.

“Pembahasan rancangan APBD tahun anggaran 2018 dalam capaian prioritas pembangunan daerah melalui pembahasan TPAD bersama DPRD yang dilaksanakan secara komprehensif dan seksama. Maka hari ini dapat disepakati,” jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sebelum ditetapkan menjadi Perda Kota Tanjungpinang.

Ia juga mengatakan, penyusunan penganggaran APBD tahun anggaran 2018 pada pendapatan daerah mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2017.

“Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang dimulai dari perekonomian global merambah ke perekonomian nasional,” tutupnya. (AI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here