Foto : ist

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Pemerintah Kabupaten Lingga segera mewujudkan kawasan karantina hewan di Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang Kecamatan Senayang. Sejumlah pihak yang berkompeten turut memberikan dukungan serta solusi pada pemkab Lingga seperti yang disampikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Harmoni, Nagoya, Rabu (6/12).

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo yang hadir dalam FGD tersebut menyatakan turut mendukung mewujudkan kawasan karantina hewan di Pulau Bakung. Bahkan Wakil Ketua Badan Legestatif tersebut memberikan semangat kepada Pemerintah Kabupaten Lingga dan instansi terkait lainnya agar lebih fokus saling mendukung mencapai rencana tersebut.

“Indonesia sebagai negara terpadat penduduknya nomor empat di dunia saat ini masih mengalami kekurangan protein hewani. Sehingga program kawasan karantina ini sebenarnya kebutuhan bangsa,” ujar Firman saat memberikan materinya.

Selain itu, Firman juga memberikan dukungan untuk melawanan musuh yang akan muncul dari pihak-pihak yang selama ini menikmati hasil dari proses impor daging dari negara-negara penghasil daging. Dia memberikan gabaran bahwa hingga saat ini banyak oknum-oknum LSM menjadi kaki tangan negara penghasil daging siap untuk menjegal kawasan karantina hewan ini.

Pulau Bakung sebagai kawasan karantina merupakan peluang bagi negara untuk menyelamatkan devisa. Selama ini Indonesia merupakan negara konsumen daging dari negara luar. Potensi ini juga dapat menjadi sumber devisa karena dapat menciptakan peluang ekspor daging ke negara lainnya.

“Saya berharap ini dapat menjadi pencapaian program swasembada daging nasional sehingga menjadi program bersama daerah, instansi terkait dan pusat,” kata Firman.

Sedangkan terkait masalah tata ruang yang selama ini menjadi kendala, Firman memastikan Komisi IV DPR RI telah melakukan pemetaan terhadap tata ruang Kepri dan akan melakukan pembahasan tata ruang yang kedua di internal mereka.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello mengharapkan dari kegiatan FGD seluruh elemen terkait bahu membahu dan memberikan solusi untuk tercapainya kawasan karantina hewan di Pulau Bakung.

“Kami berusaha melibatkan semua pihak agar cita-cita ini dapat cepat terwujud,” cakap Alias Wello.

Dari 604 pulau yang ada di Kabupaten Lingga, hanya 98 pulau yang telah berpenghuni. Jika potensi pulau yang ada dapat dimanfaatkan tentunya dapat menjadi sumber pemasukan serta berdampak pada perkembangan daerah.

Pemkab Lingga telah menggandeng tim Universitas Gajah Mada untuk melakukan kajian serta survei Pulau Bakung terkait kondisi lahan, ketersedian pangan seperti tumbuhan dan air.

Wakil ketua Tim penelitian dari Universitas Gajahmada,Nafiatul Umami salah seorang ahli dalam bidang pastura dan hijauan nutrisi mangatakan, kondisi air di pulau Bakung hampir menempati posisi layak konsumsi. Kondisi itu karena belum ditempati hewan sebelumnya.

“Tumbuhan hijau juga banyak tersedia di lokasi tersebut, sehingga dapat menjadi pakan ternak,” ujar Nafiatul.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here