TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Jelang pesta demokrasi Kota Tanjungpinang pada Pemilihan Kepala Daerah 2018, sejumlah intrik-intrik politik mulai eforiah oleh para pendukung. Tidak heran jika para pendukung, timses hingga simpatisan mulai memperkenalkan jagoan mereka masing-masing.

Sejumlah dukung mendukung telah membanjiri untuk pasangan calon mulai dari individu, kelompok, bahkan Paguyuban.

Dewan Pembina Paguyuban Pasundan di Tanjungpinang Hedi Vesvayadi mengatakan, saat ini banyak tawaran-tawaran politik yang berdatangan namun kelompoknya tidak akan terpengaruh oleh lobi para calon, menjelang pilwako yang akan dilaksanakan di Tanjungpinang.

Memang, kata dia, saat ini jumlah warga Paguyuban Pasundan di Tanjungpinang berjumlah kurang lebih 5000 warga dan semua warga tersebut akan diserahkan haknya masing-masing untuk memilih.

“Semua akan kita kembalikan kepada keinginan warga itu sendiri untuk memilih sesuai kehendak hati warga Paguyuban,” ucapnya, Senin (22/1/2018).

Ia menyampaikan, sampai saat ini warga paguyuban sedang mengkonsolidasikan diri dengan memberikan himbauan agar warga Paguyuban Pasundan Tanjungpinang tidak ditunggangi salah satu tim sukses yang kemudian akan mengatasnamakan paguyuban pasundan untuk memihak kepada salah satu calon.

“Sebab Paguyuban Pasundan merupakan Paguyuban silaturahmi antar warga Jawa Barat di Tanjungpinang dan bukan sebagai Paguyuban politik mengingat warga pasundan yang cukup banyak”, ungkap Hedi.

Hedi menambahkan, jika didapati warga Paguyuban Pasundan di Tanjungpinang terbukti melakukan lobi-lobi dan menerima sejumlah ‘upeti’ untuk memihak kepada salah satu kandidat dengan mengatasnamakan organisasi Paguyuban, pihaknya tidak segan-segan untuk memberhentikannya di organisasi Paguyuban Pasundan.

“Saya himbau warga Paguyuban Pasundan di Tanjungpinang untuk tidak mengatasnamakan organisasi dalam kepentingan politik, apabila terdapat informasi dan terbukti maka sanksi tegas akan kita lakukan, warga Paguyuban Pasundan di Tanjungpinang mari sama-sama kita antisipasi manuver politik murahan jelang pilwako ini,” imbuhnya.

Sampai sejauh ini, Hedi mengakui telah didapati oknum warga Paguyuban Pasundan yang tidak masuk dalam kepengurusan, namun memanfaatkan kedekatannya dengan warga Paguyuban untuk melakukan manuver-manuver politik didalam tubuh Paguyuban agar mengarah ke salah satu kandidat calon di Pilkada 2018 ini di Tanjungpinang.

“Hal itu sudah terbukti dengan dipanggilnya salah satu Dewan Pembina oleh salah satu kandidat calon melalui oknum warga Paguyuban tersebut untuk bertatap muka dan mengambil sikap, dalam waktu dekat yang bersangkutan akan dipanggil oleh para pengurus Paguyuban Pasundan dan akan diambil tindakan tegas,” tutupnya.

Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here