TANJUNGPINANG SIJORITODAY.Com- – Dengan raihan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Kota Tanjungpinang Tahun 2017 mendapat penilaian “BB” dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Rebuplik Indonesia (RI).

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menargetkan, Kota Tanjungpinang pada tahun 2018 mendapat predikat A. Untuk mendapatkan itu semua, diharapkan perencanaan pembangunan lebih menyentuh kepada masyrakat.

Raja Ariza mengatakan, pada tahun sebelumnya Kota Tanjungpinang cukup bagus dengan meraih predikat BB, dimana hanya kekurangan beberapa poin saja agar mendapat A. Kedepan ia berharap harus efesiensi lagi dan efektifkan lagi dalam pembangunan dan kinerja. Terutama dari segi perencanaan yang dibuat harus menyentuh kepentingan masyarakat.

“Harus benar benar dirasakan manfaat yang dirasakan dari program yang dibuat, jika ada program kerja yang direncanakan dinilai tidak menyentuh akan dibuang,” ucap Raja Ariza di Tanjungpinang usai menghadiri Musrenbang, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, Kota Tanjungpinang saat ini harus lebih belajar dari daerah yang mendapatkan predikat A di seluruh indonesia, dimana mereka membuang program yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan daerah atau masyarakat.

“Perumpamaan dari satu daerah ada 4 ribu program mereka potongh menjadi 2ribu  bahkan menjadi 1 ribu program saja. Itu berdasarkan pengalaman dari daerah yang mendapat nilai A,” ucapnya.

Dengan program yang sedikit, dinilai lebih efektif dan lebih bagus daripada banyak program tidak memilki hasil. Ia juga menginginkan pelaksanaan itu dengan manegemen pemerintah yang kompeten dan efektif.

“Jangan sampai program kita buat yang banyak tetapi tidak ada hasil, Ibaratkan menyampak garam di lautan. Jika sudah efesien dan efektif kedepan kita akan mencapai nilai A,” jelasnya.

Dengan target yang ingin ia capai, dirinya mengharapkan sistem perencanaan yang harus dilaksanakan dengan baik, setelah semua perencanaan terjalan dengan baik dan bagus, nantinya akan mudah menjadi tolak ukur kinerja.

“Segi perencanaan saja yang paling penting, jika sudah bagus pelaksanaan akan mengikuti dan terus di efektifkan lagi dengan pengawasan,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here