TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com- -Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang harapkan koordinasi terus dijalankan guna memperkuat pelaksanaan pilkada serentak dapat berjalan lancar, damai serta tidak ada sengketa. Maka dari itu koordinasi tidak hanya dilaksanakan diforum formal, namun bisa dilaksanakan kapan saja.

“Bisa saat ngobrol santai, sambil ngopi atau coffe morning, disini kita bisa bahas terkait masalah pelaksanaan pemilu di Kota Tanjungpinang,” kata Raja Ariza di Senggarang, Selasa (19/2).

Selanjutnya, ia menekankan kepada pihak yang terlibat dalam pilkada agar selalu menjadi penengah dalam pelaksanan pilkada. Sehingga celah untuk munculnya perpecahan tidak ada lagi karena teratasi dengan baik. “Pihak yang terlibat jangan sampai menjadi biang kerok perpecahan nantinya,” kata Raja Ariza.

Senada dengan Penjabat Wali Kota, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono menghimbau semua pihak yang terlibat dalam pilkada serentak, agar terus melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk kelancaran pelaksaksanaan pilkada di Kota Tanjungpinang.

“Mari perkuat koordinasi dan kawal pilkada ini sampai akhir nanti, demi kelancaran demokrasi ambil langkah antisipasi,” ucap Riono.

Untuk menghindari terjadinya pemilihan ganda, Riono menegaskan kepada OPD terkait segera pencocokan data. Selain itu juga segera mendata dengan cermat pemilih sehingga tidak ada pemilih yang tidak mendapatkan hak pilihnya.

“Kepada Camat dan Lurah, laporkan angka pencocokan dan penelitian angka pilkada, agar tidak terjadi pemilih ganda,” jelasnya

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, M. Djuhari memaparkan terkait alat peraga kampanye dan penempatannya, yang sudah diatur oleh KPU, seperti ukuran dan materi pada baliho, poster dan pamflet.

“Alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU untuk masing-masing paslon sebanyak 5 baliho ukuran 4 x 7 meter, mencetak 20 umbul-umbul per kecamatan ukuran 5 x 1, 15 meter, dan 30 umbul-umbul setiap kelurahan,” ujarnya.

Dia mengatakan, paslon boleh membuat sendiri alat peraga kampanye dengan jumlah 150 persen dari yang dibuat KPU. Selain itu, titik kampanye sudah ditetapkan kedua paslon sesuai kesepakatan bersama pada kampanye damai kemarin. “Boleh menambahkan, tetapi sesuai aturan, dan lokasi seperti yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Terkait lokasi pemasangan, Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang Efendi  menegaskan, pihaknya akan melakukan penindakan dengan pencopotan apabila lokasi pemasanhgan tidak sesuai dengan lokasi yang ditetapkan.

“Apabila pemasangann umbul umbul tidak sesuai dari ketentuan KPU, maka sesuai tupoksi, pihaknya siap membongkar dan menertibkan,” pungkasnya.

Selanjutnya, penjabat Wali Kota terus mengingatkan para Camat dan Lurah untuk terus melakukan koordinasi dengan kepolisian, Panwaslu dan KPU terkait alat peraga kampanye (APK).” Terus Koordinasi, apakah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan atau tidak ,” tutupnya.

Penulis: Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here