TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com- -Netralitas wartawan menjadi salah satu peran penting dalam penyelenggaraan pemilu Kota Tanjungpinang, namun tidak dipungkiri jika terdapat wartawan dukung mendukung paslon.

Dengan begitu Panitia pengawasan pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang menggelar Focus Grup Diskusi bersama media Se-kota Tanjungpinang di Hotel Aston Jalan Ajisudjipto Km.12, Sabtu (31/3/2018).

Ketua Panwaslu kota Tanjungpinang Maryamah, mengatakan saat ini media memiliki peran yang sangat penting dalam membangun opini publik di masyarakat.

“Sebab media dapat memberikan pemahaman dan pembelajaran melalui informasi yang dapat mengedukasi untuk suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi,” ucapnya.

Namun yang tidak kalah penting dalam FGD tersebut membahas jelang pelaksanaan Pemilihan Walikota kota Tanjungpinang di nilai sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal tersebut menjadi topik pembahasan.

Hal ini dinilai jelang pelaksanaan Pilwako di anggap sepi karena tidak adanya heuforia paslon baik timses dan partisipan serta relawan.

Panwaslu mengakui pelaksanaan Pilwako tahun ini memang terasa sepi, hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya jika tahun-tahun sebelumnya disambut dengan heuforia para pendukung. Namun kali ini disebabkan adanya peraturan PKPU yang baru membuat pelaksanaan terasa adem sehingga berjalan lancar.

Itu juga dikarenakan adanya batasan batasan yang diberikan, seperti penentuan alat peraga kampanye (APK), batasan sosial media, membentuk Gakkumdu dan pelaksanaan kampanye akbar yang hanya sekali serta adanya penghalauan sinergi dengan pihak pihak terkait.

“Ini yang menyebabkan batasa-batasan heuforia Pilwako terlihat sepi sebab adanya aturan yang mengatur lebih ketat,” kata Zaini selaku Kordiv penindakan dan kelembagaan.

“Meskipun demikian diprediksi jika jelang puasa dan lebaran akan terjadi kampanye besar besaran pihaknya telah siapkan Panwascam untuk dapat bekerja maksimal,” tutupnya.

Penulis: Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here