Pemimpin Redaksi TPITV, Donil. Foto: ist

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Warga Tanjungpinang belakangan ini banyak menyoroti tayangan TPITV saat debat kandidat cawako yang digelar beberapa hari lalu. Beberapa netizen di media sosial menyesalkan karena tayangan TPITV yang kabur serta suaranya yang putus-putus.

Pimpinan Redaksi Tanjungpinang TV Donil Nasir bahkan mengaku banyaknya warga yang komplain. Menurutnya, tayangan layar kaca yang kabur itu bukan hasil produksi Tanjungpinang TV.

“Apapun alasannya, kami dari Tanjungpinang TV mohon maaf atas ketidaknyaman itu. Tapi, tolong beri kami kesempatan untuk mengklarifikasi bahwa kami hanya merelay tayangan dari televisi lain,” ucap Donil.

Menurutnya, Tanjungpinang TV hanya mendapat hak merelay tayangan yang diproduksi TV lain.

“Saat ada wacana bakal ada debat kandidat, kami sudah mengajukan permohonan untuk menayangkan langsung. Tapi, KPU Tanjungpinang selaku penyelenggara keberatan dan kami hanya diberi tanggungjawab merelay, atau menayangkan video produksi TV lain-lain yang kualitas videonya mengecewakan penonton,” ucapnya.

Tanjungpinang TV yang mempunyai tanggungjawab merelay, terpaksa tetap menayangkan hasil itu. “Ini sesuai dengan kontrak kami yang bertangungjawab merelay dan bukan memproduksi di lokasi acara,” sebut Donil.

Donil juga mengaku, sudah menyampaikan keberatannya kepada pihak televisi yang ditunjuk melakukan penyiaran langsung. “Hanya saja, pemirsa Tanjungpinang TV tentu tidak tahu sampai ke masalah teknis seperti itu dan kami dari pihak Tanjungpinang TV memohon maaf atas ketidak nyamanan itu,” sebutnya.

Donil mengaku pihaknya kerab mendapat orderan tayangan langsung, di antaranya acara wisuda seribu santri tahun 2017 lalu. “Hasil liputan kami yang kami tayangkan langsung sangat bagus. Bahkan, kualitas videonya HD,” terangnya.

Terpisah, Komisioner KPU Tanjungpinang, Zulkifli Riawan membenarkan bahwa Tanjungpinang TV hanya merelay oleh pihak yang tunjuk KPU untuk melakukan siaran langsung. Terlepas kaburnya siaran yang tayang di Tanjungpinang TV, KPU tidak lagi bertanggungjawab atas hal tersebut.

“Kami tidak bekerjasama dengan dua televisi, jadi kami memilih hanya satu saja untuk siaran langsung. Tanjungpinang TV hanya merelay,” katanya dihubungi, Jumat (27/04).

Zulkifli menegaskan, pihaknya di KPU tidak lagi memiliki keterikatan terkait live tersebut.

“Soalnya kita sudah mempercayai kepada satu saja, dalam hal ini Tanjungpinang TV tidak salah, sebab merelay tidak dapat dipastikan secara teknis mereka lah yang lebih mengetahui,” ujarnya.

KPU Tanjungpinang dalam hal ini, sambung Zulkifli, akan menjadikan bahan evaluasi untuk acara debat publik putaran kedua.

Ak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here