TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah mengungkapkan, sejak tahun ketiga Kepri masih mengalami defisit anggaran. Untuk itu, Pemprov Kepri diminta mengambil langkah inisiatif dengan meningkatkan PAD dan rasionalisasi anggaran.

“Ini sudah tahun ketiga Kepri mengalami defisit anggaran. Tak tanggung-tanggung diperkiran sekitar Rp 350 – 510 Miliar anggaran APBD P Kepri defisit,” ujar legislator DPRD Kepri ini.

Iskandarsyah menuturkan, selain persoalan ekonomi global, masyarakat juga mengetahui cukup banyak persoalan tunda bayar yang tidak selesai dari pemerintah pusat, bahkan tahun 2018 ini ada kebijakan THR untuk ASN yang sebelumnya tidak dianggarkan namun karena ada instruksi pusat harus dibayarkan. Pemprov Kepri diminta harus cepat mengambil langkah inisiatif.

“Harusnya Pemprop Kepri cepat mengambil inisiatif, caranya ya harus kreatif dalam meningkatkan PAD seperti memperjuangkan mendapatkan PI di Blok Natuna dan  dari labuh jangkar serta pendapatan dari ekploitasi sumber daya alam yang ada di Kepri,” kata Iskandarsyah.

Menurutnya, kedua hal tersebut adalah hak konstitusional masyarakat Kepri. Untuk mewujudkan langkah-langkah inisiatif tersebut, Iskandarsyah menyarankan agar Gubernur mengajak beragam stake holder pemerintahan dan swasta seperti Kadin, Apindo, BI Perwakilan Kepri, BPS untuk merancang rencana kerja inisiatif untuk menghindari persoalan ekonomi yang semakin rumit saat ini.

“Gubernur Kepri perlu mengajak stake holder dan asosiasi pengusaha membincangkan apa langkah konkrit untuk mengatasi persoalan ekonomi yang hampir mengancam semua daerah ini,” kata Iskandarsyah.

Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here